Medan, VivaNusantara – Di saat kebutuhan tenaga dokter di Indonesia masih tinggi, sebanyak 196 alumni Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) justru menghadapi ketidakpastian. Mereka tidak dapat didaftarkan mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD), tahap akhir yang menentukan kelayakan praktik sebagai dokter.
Ratusan alumni tersebut mendatangi kampus di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Senin (23/2/2026), meminta kejelasan atas status mereka. Para retaker atau pengulang ujian itu menyatakan telah menuntaskan seluruh tahapan pendidikan, mulai dari sarjana kedokteran hingga kepaniteraan klinik (koas).
Perwakilan alumni, Mika Wirdani, mengatakan persoalan muncul setelah pelaksanaan ujian kompetensi dikelola oleh tim ad-hoc yang melibatkan kolegium dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Menurutnya, tidak ada aturan tertulis yang menyebut mahasiswa dengan masa studi lebih dari lima tahun dilarang mengikuti ujian.
“Kami hanya ingin didaftarkan. Soal lulus atau tidak, itu urusan kompetensi kami di ujian,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh persyaratan administratif telah dipenuhi, termasuk status aktif di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) dan surat keterangan telah menyelesaikan koas.
Alumni lainnya, Ika Puspita Daulay, mengaku telah berulang kali mengikuti ujian sejak lulus pada 2015. Ia menyebut sudah lulus ujian praktik (OSCE), namun belum berhasil di Computer Based Test (CBT).
“Kami sudah menyelesaikan pendidikan lima tahun. Hanya terhambat di ujian kompetensi,” katanya.
Menanggapi hal itu, Dekan FK UISU dr. dr. Mayang Sari Ayu menyampaikan pihak fakultas terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mencari solusi. Ia menegaskan keputusan pendaftaran tidak sepenuhnya berada di tangan fakultas karena berkaitan dengan regulasi nasional.
“Mahasiswa ini bagian dari kami. Kami tetap berupaya mencari jalan keluar terbaik,” ujarnya.
Hingga kini, para alumni masih menunggu kepastian sebelum sistem pendaftaran ditutup. Mereka berharap ada kejelasan agar perjuangan panjang menempuh pendidikan kedokteran tidak berakhir tanpa kepastian.
Sumber : CNN Indonesia
Editor : TW