Samarinda, VivaNusantara – Pergeseran posisi Neneng Chamelia Santi ke kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda menghadirkan pendekatan berbeda dalam tata kelola pemerintahan. Baru enam bulan menjabat sebagai Inspektur, Neneng kini membawa perspektif pengawasan langsung ke jantung birokrasi.
Dilantik di Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Kamis (2/4/2026), Neneng menilai pengalamannya di Inspektorat menjadi modal penting untuk memahami persoalan mendasar di internal pemerintah kota.
“Justru menguntungkan pernah di inspektorat. Jadi, kita tahu permasalahan-permasalahan mendasar yang terjadi di Kota Samarinda,” ujarnya.
Dengan latar belakang tersebut, Neneng dihadapkan pada tantangan fiskal yang tidak ringan. Ia mengakui kondisi keuangan daerah saat ini menuntut strategi kerja yang lebih solid dan terintegrasi.
Sebagai langkah awal, ia mengusung pendekatan berbasis komunikasi dan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Strategi itu, kata dia, telah dipaparkan langsung kepada wali kota.
“Saya punya metode komunikasi, kemudian kolaborasi. Nanti seluruh OPD kita satukan untuk menghadapi kondisi fiskal yang saat ini kurang menguntungkan,” jelasnya.
Neneng bukan sosok baru di birokrasi Samarinda. Kariernya sebagai aparatur sipil negara dimulai sejak April 2002, dengan rekam jejak di berbagai posisi strategis, mulai dari Dinas Permukiman dan Pengembangan Kota, Kepala UPTD Tindak Darurat, Kasubag Program, Kabid PSU, Sekretaris Pekerjaan Umum, hingga Inspektur.
Pengalaman lintas sektor itu menjadi bekal untuk memastikan kesinambungan program, terutama pekerjaan yang belum tuntas di masa pejabat sebelumnya.
“Ada beberapa yang belum tuntas, insyaallah kita tuntaskan agar bisa segera dimanfaatkan masyarakat Kota Samarinda,” tegasnya.
Dengan kombinasi pengalaman teknis dan pengawasan, Neneng kini diharapkan mampu tidak hanya menjaga ritme birokrasi, tetapi juga memperkuat akuntabilitas di tengah tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah kota.(*)
Editor : TW