Home DaerahKota SamarindaFigur Minim Kontroversi, Neneng Camelia Santi akan Dipercaya Nahkodai Birokrasi Samarinda

Figur Minim Kontroversi, Neneng Camelia Santi akan Dipercaya Nahkodai Birokrasi Samarinda

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Samarinda tinggal menghitung waktu. Di balik proses yang relatif cepat, perhatian publik kini tertuju pada sosok yang akan mengisi posisi strategis tersebut, Neneng Camelia Santi.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memastikan seluruh proses administrasi telah rampung, termasuk persetujuan dari Gubernur Kalimantan Timur.
“Pengangkatan dan pelantikan Sekda telah ditandatangani oleh Gubernur Kalimantan Timur, dan suratnya sudah kami terima,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Birokrat Teknis dengan Rekam Jejak Panjang

Neneng Camelia Santi dikenal sebagai figur birokrat dengan latar belakang teknis yang kuat. Gelar Sarjana Teknik (ST) dan Magister Sains (M.Si.) menjadi fondasi pendekatan kerjanya yang sistematis dan berbasis data.

Di lingkungan Pemkot Samarinda, ia bukan nama baru. Neneng telah lama berkiprah di berbagai posisi strategis, terutama yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan dan manajemen program. Pengalamannya dalam mengawal program lintas sektor menjadikannya salah satu figur yang dinilai matang secara birokrasi.

Gaya Kerja Terukur dan Minim Kontroversi

Di internal birokrasi, Neneng dikenal dengan gaya kerja yang terukur, cenderung teknokratis, dan relatif minim polemik. Ia lebih menonjol lewat kinerja administratif dan

kemampuan koordinasi dibandingkan manuver politik.

Pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan Wali Kota yang menekankan penguatan sistem merit dalam promosi jabatan. Neneng sendiri terpilih melalui mekanisme manajemen talenta, yang mengedepankan kompetensi dan rekam jejak kinerja ASN.

Tantangan di Kursi Sekda

Sebagai Sekda definitif, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Ia akan menjadi motor penggerak birokrasi, sekaligus penghubung antara kepala daerah dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Isu klasik seperti efektivitas anggaran, sinkronisasi program, hingga percepatan pelayanan publik akan menjadi ujian awal kepemimpinannya.

Andi Harun berharap, Sekda yang baru mampu memperkuat soliditas internal pemerintahan serta menjaga integritas birokrasi.

Dengan pelantikan ini, posisi penjabat (Pj) Sekda resmi berakhir. Publik kini menanti, sejauh mana sosok Neneng Camelia Santi mampu menjawab ekspektasi terhadap birokrasi yang profesional, bersih, dan adaptif.(*)

Editor : TW

You may also like