Home DaerahKota SamarindaKorban Kritis Diduga Tak Ditangani di IGD, RSUD IA Moeis Disorot

Korban Kritis Diduga Tak Ditangani di IGD, RSUD IA Moeis Disorot

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Layanan kegawatdaruratan di RSUD IA Moeis kembali menjadi sorotan setelah seorang korban kecelakaan lalu lintas dengan kondisi kritis diduga tidak mendapat penanganan awal saat tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Peristiwa bermula dari kecelakaan di Jalan Poros Samarinda–Balikpapan, Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 16.07 WITA. Sebuah mobil Daihatsu Sigra dilaporkan bertabrakan dengan sepeda motor, mengakibatkan seorang pria warga Kilometer 15 mengalami luka berat.

Korban mengalami putus pada bagian mata kaki kanan, dengan kondisi luka terbuka dan pendarahan hebat.

Evakuasi Darurat Minim Penanganan

Korban dievakuasi secara darurat menggunakan mobil bak terbuka sebelum ambulans relawan tiba. Tanpa peralatan medis, luka korban hanya ditutup seadanya.

Selama perjalanan menuju rumah sakit, korban terus kehilangan darah dalam jumlah signifikan.

Relawan di lokasi menyayangkan evakuasi tanpa prosedur medis dasar, seperti penghentian pendarahan atau stabilisasi luka.

Tiba di IGD, Disebut Tidak Bisa Ditangani

Sekitar pukul 16.30 WITA, korban tiba di IGD RSUD IA Moeis. Namun berdasarkan keterangan relawan, korban tidak mendapatkan tindakan medis awal.

“Nggak bisa di Moeis,” tulis salah satu relawan dalam komunikasi internal.

Dalam kondisi kesadaran yang mulai menurun, korban kemudian langsung dirujuk ke rumah sakit lain tanpa penanganan stabilisasi.

Penanganan Tertunda Lebih dari Satu Jam

Korban baru mendapatkan penanganan medis di RS Hermina pada pukul 17.17 WITA, atau lebih dari satu jam setelah kejadian.

Rentang waktu tersebut menjadi perhatian, mengingat penanganan cepat sangat krusial dalam kasus trauma berat.

Relawan Datangi Rumah Sakit

Malam harinya, sejumlah relawan dari wilayah Loa Janan dan sekitarnya mendatangi RSUD IA Moeis untuk meminta penjelasan.

Mereka mengaku kerap menghadapi situasi serupa saat membawa korban kecelakaan ke rumah sakit tersebut.

“Kalau memang tidak bisa menangani, minimal ada penanganan awal atau difasilitasi ambulans untuk rujukan,” ujar Idi, perwakilan relawan.

Namun, kedatangan mereka hanya diterima oleh petugas keamanan. Pihak manajemen disebut tidak berada di tempat dan baru akan memberikan klarifikasi pada Rabu (25/3/2026).

Sorotan Publik dan Desakan Evaluasi

Kasus ini memicu reaksi luas di masyarakat. Warga mempertanyakan kesiapan rumah sakit milik pemerintah daerah yang berada di jalur rawan kecelakaan.

Sejumlah pihak mendesak Dinas Kesehatan Kota Samarinda segera melakukan evaluasi terhadap sistem layanan kegawatdaruratan, termasuk kesiapan tenaga medis dan fasilitas di IGD.

Masih Menunggu Klarifikasi Resmi

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD IA Moeis belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tidak dilakukannya penanganan awal terhadap korban.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa dalam situasi darurat, kecepatan dan ketepatan penanganan bukan sekadar standar layanan, melainkan penentu keselamatan nyawa manusia. (mn)

Editor : TW

You may also like