Home DaerahKota SamarindaMenu MBG Makin Memprihatinkan, Porsi Minim di SDN 008 Sungai Pinang, Roti Berjamur Ditemukan di Sekolah Lain

Menu MBG Makin Memprihatinkan, Porsi Minim di SDN 008 Sungai Pinang, Roti Berjamur Ditemukan di Sekolah Lain

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda kembali menjadi sorotan. Di SDN 008 Sungai Pinang, Jalan Mugirejo, Kelurahan Sungai Pinang, Kota Samarinda, paket MBG yang diterima siswa dinilai jauh dari ekspektasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam satu paket siswa hanya menerima 5 butir kurma, 1 butir telur, kacang goreng, serta 2 kue bolu kukus kecil. Menu tersebut memicu tanda tanya sejumlah orang tua terkait kecukupan gizi dan standar porsi yang diberikan.

“Bahkan susu pun tidak ada,” terang salah seorang wali murid yang enggan diaebutkan namanya, Rabu (25/2/2026).

Sorotan terhadap kualitas MBG tidak hanya terjadi di Sungai Pinang. Sejumlah roti berjamur juga ditemukan dalam paket MBG yang dibagikan kepada siswa di SD Integral Luqman Al Hakim, Jalan Perjuangan, Samarinda Utara, pada Selasa (24/2/2026). Temuan itu diketahui saat siswa menerima paket untuk dibawa pulang selama bulan Ramadan.

Kepala SD Integral Luqman Al Hakim, Muhammad Nara Ola menjelaskan, dalam satu paket MBG biasanya berisi satu susu, satu roti, kurma, serta buah seperti pisang atau jeruk. Namun pada hari tersebut, ditemukan beberapa roti dalam kondisi tidak layak konsumsi.

“Susunya aman. Tapi ada beberapa roti yang ketika dibuka sudah terlihat berjamur. Itu langsung kami minta anak-anak jangan konsumsi,” ujarnya, Rabu (25/2/2026), sebagaimana dikutip Samarinda Pos.

Dari sekitar 309 siswa, diperkirakan 10 hingga 15 paket ditemukan bermasalah. Pihak sekolah langsung menarik dan membuang roti yang terindikasi berjamur untuk mencegah risiko kesehatan.

“Kami langsung amankan dan buang yang ditemukan di sekolah. Kami juga mengingatkan siswa agar melapor jika ada yang mencurigakan,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) sebagai penyedia telah memberikan klarifikasi dan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

“Pihak SPPG sudah menyampaikan permohonan maaf kepada kami atas kelalaian ini dan berjanji akan melakukan evaluasi supaya tidak terulang kembali,” kata Muhammad Nara Ola.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Asisten I Pemerintah Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menyatakan keprihatinannya. Ia menegaskan, dalam pelaksanaan program MBG terdapat standar operasional prosedur (SOP) dan tim pengawasan, termasuk dari unsur kesehatan.

“Kalau sampai ada makanan berjamur yang terdistribusi, itu tentu harus menjadi evaluasi serius. Ini menyangkut kesehatan anak-anak, sehingga pengawasan harus diperketat,” tegasnya.

Pemerintah daerah memastikan laporan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat memastikan kualitas makanan dalam program MBG benar-benar terjaga, baik dari sisi kecukupan gizi maupun keamanan konsumsi, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(TW)

Editor : TW

You may also like