Samarinda, VivaNusantara.com – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Rapat Tim Pertimbangan Pengangkatan Kepala Sekolah (PPKS) sebagai bagian dari proses seleksi calon kepala sekolah di lingkungan sekolah negeri.
Rapat berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Jalan Dahlia, dan dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Hero Mardanus Satyawan.
Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Disdikbud Asli Nuryadin, Kepala BKPSDM Fiona Citrayani, unsur Dewan Pendidikan, pengawas jenjang SMP dan SD, serta penilik TK.
Forum ini menjadi tahap krusial dalam menentukan kandidat yang dinilai layak memimpin satuan pendidikan. Pemkot menegaskan, proses seleksi harus berjalan objektif, profesional, dan berbasis pada kinerja nyata.
Sejumlah indikator menjadi bahan pertimbangan tim, mulai dari kompetensi kepemimpinan, rekam jejak kinerja, hingga integritas personal. Selain itu, aspek kedisiplinan juga menjadi sorotan melalui evaluasi tingkat kehadiran serta capaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).
“Penilaian tidak hanya administratif, tetapi juga melihat konsistensi kinerja dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas,” menjadi garis besar pembahasan dalam rapat tersebut.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 39 kandidat yang masuk dalam daftar pertimbangan untuk mengisi jabatan kepala sekolah tingkat SD dan SMP Negeri di Kota Samarinda.

Sekda Kota Samarinda, Hero Mardanus Satyawan
Foto : Dinas Pendidikan Kota Samarinda
Menariknya, pemerintah daerah juga mulai membuka ruang kebijakan baru dengan memberi peluang kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk menduduki jabatan kepala sekolah, selama memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Langkah ini dinilai sebagai upaya memperluas basis kepemimpinan di sektor pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan manajerial di sekolah.
Melalui proses ini, Pemkot Samarinda berharap lahir kepala sekolah yang tidak hanya administratif kuat, tetapi juga mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan, dengan kepemimpinan yang profesional dan berintegritas.(*)
Editor : TW