Samarinda, VivaNusantara – Warga Samarinda kerap menghadapi antrean panjang di SPBU. Bahkan tak jarang harus berbagi akses dengan kendaraan plat merah. Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Samarinda berencana membangun SPBU khusus bagi kendaraan operasional, agar penyaluran BBM lebih tepat sasaran.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun tengah menyiapkan langkah tak biasa untuk menjawab persoalan klasik dalam pengisian BBM kendaraan operasional pemerintah. Alih-alih terus bergantung pada SPBU umum yang sering padat, Pemkot Samarinda berencana membangun SPBU khusus untuk kendaraan dinas.
Langkah ini bukan semata soal kenyamanan, orang nomor satu di Samarinda itu berupaya menciptakan sistem yang lebih tertata, transparan, dan efisien. Khususnya dalam penggunaan anggaran BBM yang setiap tahunnya menyedot belanja cukup besar.
“Kalau bisa dikendalikan dari satu titik, kita tahu persis berapa liter yang dipakai dan untuk apa. Ini soal tanggung jawab keuangan publik,” tegas Andi Harun, Kamis (3/7/2025).
Dua lokasi sudah masuk daftar kajian, kawasan MT Haryono dan Kemakmuran. Rencananya, SPBU tersebut hanya akan menyediakan BBM nonsubsidi dan mengikuti model SPBU institusi militer yang dikenal disiplin dalam tata kelola. Model ini, menurut Andi Harun, akan memperkuat efisiensi dan pengawasan sekaligus mengurangi tekanan antrean di SPBU umum yang selama ini juga melayani kendaraan pemerintah.
“Ketika kendaraan dinas tidak lagi harus antre di SPBU umum, masyarakat bisa lebih mudah mengakses BBM,” tambahnya.
Andi Harun menekankan tiga prioritas utama, menjamin ketersediaan stok BBM, memastikan distribusi tepat sasaran, serta menjaga standar keamanan distribusi dari hulu ke hilir.
Ia bahkan menyinggung soal pentingnya ketegasan dalam urusan subsidi. “Kita tidak boleh abai. Subsidi itu hak masyarakat bawah, bukan mereka yang mampu. Ini soal keadilan distribusi,” katanya tegas.
Jika terealisasi, Samarinda akan menjadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan konsep SPBU khusus pemerintah daerah secara mandiri. “Ini bukan soal gaya-gayaan. Ini soal keberanian mengelola anggaran secara jujur dan bertanggung jawab,” tutup Andi Harun.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa