Samarinda, VivaNusantara – Penghujung Desember ini, masyarakat Kota Samarinda masih harus waspada terhadap
fase cuaca basah yang dipengaruhi siklus tahunan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, potensi hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Prakirawan Cuaca BMKG Samarinda, Zaki Ramdhani, menjelaskan bahwa akhir tahun secara klimatologis memang identik dengan peningkatan curah hujan. Kondisi ini diperkirakan masih akan bertahan hingga memasuki awal 2026.
“Secara pola iklim, akhir tahun memang fase meningkatnya curah hujan. Untuk Samarinda, saat ini masih berada pada kategori menengah hingga tinggi,” ujar Zaki, Selasa (30/12/2025).
Berdasarkan data pengamatan BMKG, hujan di Samarinda paling sering terjadi pada rentang siang hingga sore hari. Namun demikian, potensi hujan malam hari tetap terbuka, terutama jika hujan pada siang hari berlangsung cukup masif dan disertai tutupan awan yang luas.
“Kalau awan konvektifnya menutupi wilayah kota cukup lama, hujan bisa berlanjut sampai malam. Cuaca itu sifatnya sangat dinamis, jadi tidak bisa dikunci satu waktu saja,” jelasnya.
Dari sisi intensitas, curah hujan harian di Samarinda umumnya berada di kisaran 10 hingga 30 milimeter. Meski tergolong rendah hingga sedang, BMKG mengingatkan bahwa peningkatan intensitas hingga di atas 50 milimeter berpotensi memicu genangan di banyak titik kota.
“Kalau sudah tembus 50 milimeter dalam sehari, biasanya dampaknya langsung terasa, mulai dari genangan jalan hingga terganggunya aktivitas warga,” kata Zaki.
BMKG juga memperkirakan musim hujan masih akan berlangsung hingga April mendatang. Pada periode tersebut, Samarinda akan memasuki masa pancaroba, di mana kondisi atmosfer cenderung lebih labil.
“Secara historis, puncak hujan Samarinda sebenarnya sudah terjadi di November. Setelah itu menurun di Januari–Maret, lalu bisa naik lagi saat pancaroba April,” tutupnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa