Samarinda, VivaNusantara – Hujan deras kembali mengguyur Kota Samarinda, Rabu (22/10/2025). Hampir seluruh wilayah tergenang, termasuk di Jalan Padat Karya, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara.
Warga Gang Sayur kembali menghadapi realita pahit setiap kali hujan turun. Dalam waktu sekitar 30 menit, hujan deras yang mengguyur sejak pukul 13.00 Wita membuat pemukiman mereka terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.
Salah satu warga, Sultan, menyebut air terus meninggi seiring derasnya hujan yang belum mereda. Seluruh kawasan Gang Sayur Raya terdampak, namun titik terparah berada di Gang Sayur 8 dan Sayur 9.
“Rumah warga terendam hingga lutut. Ini baru 30 menit, bayangkan kalau hujan terus,” ungkapnya.
Sultan menjelaskan, aliran utama air berasal dari Perumahan Graha Mandiri 8 (GM8) yang masih dalam proses pembangunan, namun belum memiliki jalur parit yang jelas. Akibatnya, air langsung mengalir ke pemukiman warga.
Ia menyesalkan pengalihfungsian lahan yang sebelumnya merupakan rawa penampung air saat hujan lebat.
“Sekarang kami hanya menunggu solusi. Kami tidak menolak pembangunan, tapi jangan sampai kami yang jadi korban,” terang Sultan.
Akibat banjir ini, warga mengalami kerugian materi yang tidak sedikit. Sejumlah perabotan dan alat elektronik ikut terendam.

Kondisi salah satu rumah warga di Gang Sayur yang diterjang banjir, Rabu (22/10/2025). (Dokumentasi pribadi)
“Kulkas, lemari, semua rusak karena terendam,” ujarnya.
Hingga berita ini dibuat, Sultan menyebut belum ada aparat pemerintah yang datang meninjau kondisi warga yang terdampak banjir.
Sementara itu, Arbani, warga Gang Sayur 9 yang rumahnya berada di titik terparah, mengatakan banjir seperti ini sudah sering terjadi, namun belum ada penanganan serius.
“Kami sudah sering kebanjiran seperti ini, tapi belum ada langkah nyata,” ujarnya.
Ia juga mengaku sempat melihat kunjungan lapangan oleh dinas dan aparat pemerintah ke kawasan GM8, namun belum ada tindak lanjut.
“Kemarin ada kunjungan, tapi itu sudah sering. Datang, lihat, tapi kami tetap kebanjiran,” pungkas Arbani.
Penulis: Ain
Editor: Lisa