Samarinda, VivaNusantara — Bencana kembali terjadi kedua kalinya di Kota Samarinda pada bulan ini. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur sejak Selasa (27/5/2025) pukul 04.40 WITA hingga 19.00 WITA memicu genangan air, pohon tumbang, dan tanah longsor di puluhan titik wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda menyampaikan laporan terkini dampak kejadian tersebut pada Kamis (29/5/2025) pukul 16.00 WITA saat dihubungi Tim VivaNusantara.
Genangan air tercatat terjadi di kawasan Bengkuring dan Palaran, dengan ketinggian muka air (TMA) berkisar 10 hingga 30 cm. Sejumlah fasilitas umum juga turut terdampak, di antaranya SMPN 13 Samarinda, SMPN 6 Samarinda, SD Normal Islam, serta lima sekolah dasar di Kecamatan Palaran. Selain itu, Rumah Sakit Perkesit juga dilaporkan terkena dampak genangan.
Sementara itu, tiga pohon tumbang dilaporkan di beberapa ruas jalan utama, yakni di Jl. Lambung Mangkurat, Jl. Bengkinang RT 41 samping Masjid Al Ma’ruf, serta di Jl. Pelita.
Lebih dari 50 titik longsor tersebar di berbagai kawasan kota. Di antaranya meliputi Jl. Gerilya Solong, Jl. Giri Makmur, Jl. Lily 2 Perum Talangsari, serta sejumlah wilayah padat penduduk seperti Kelurahan Lempake, Sungai Pinang, dan Sungai Kunjang. Salah satu titik longsor di Jln. Gerilya Gang Keluarga bahkan menimpa enam orang, yang kini telah berhasil dievakuasi.
“Ini update terbaru kami,” ujar admin Pusdalops BPBD Kota Samarinda melalui pesan singkat.
Penulis: Intan
Editor: Lisa