Samarinda, VivaNusantara – Transformasi digital bukan lagi sekadar wacana. melalui berbagai program inovatif, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) terus berupaya memperluas konektivitas hingga pelosok desa.
Salah satunya menghadirkan konsep Desa dan Kelurahan Digital. Konsep seperti ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal, sekaligus mendukung visi pemerintah pusat dalam pemerataan pembangunan berbasis teknologi.
SVP Head of Region Kalimantan Indosat, Sugiyanto, menegaskan bahwa lebih dari 90 persen wilayah Kalimantan Timur kini sudah terlayani jaringan Indosat. Cakupan ini menurutnya menjadi bukti bahwa infrastruktur digital tidak hanya berfokus pada perkotaan, melainkan juga menjangkau desa-desa di pedalaman.
Saat ini di Kaltim lebih dari 90 persen sudah tercover. Hal ini menjadi bukti jaringan Indosat kuat mengelilingi Samarinda.
“Kita ingin menghadirkan teknologi yang bermanfaat untuk perlindungan masyarakat. Karena itu diluncurkan aplikasi Satspam berbasis AI untuk mendeteksi potensi penipuan lewat telepon. Kalau ada nomor modus, pelanggan langsung mendapat peringatan,” jelas Sugiyanto, dalam peresmian Kelurahan Digital, di Bendungan Lempake, Kamis (2/10/2025).
Lebih jauh, Sugiyanto menyebut inisiatif digitalisasi desa dan kelurahan sejalan dengan misi Presiden terpilih Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya peran desa sebagai penggerak ekonomi nasional.
“Sekarang sudah eranya AI, siapa tahu dari satu keluarga di pelosok justru lahir inovasi besar,” ungkapnya.
Sugiyanto menambahkan, ada tiga fokus besar yang menjadi misi Indosat di Kalimantan, menghubungkan setiap desa, setiap keluarga, dan setiap sekolah ke jaringan digital. Untuk sektor pendidikan, pihaknya bahkan menyiapkan konsep Sekolah Digital, yang memungkinkan setiap kelas memiliki akses wifi.
Ia berharap, salah satu desa di Samarinda, yakni Lempake, bisa menjadi model percontohan program desa digital Indosat yang nantinya direplikasi ke wilayah lain.
Konsep Desa dan Kelurahan Digital ini pun mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah. Menurutnya, digitalisasi memiliki dampak langsung pada kehidupan masyarakat, terutama dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan.
“Kita patut bersyukur kepada Indosat dan memanfaatkan program ini sebaik-baiknya. Bayangkan, warga yang tadinya kesulitan menjual produknya, sekarang bisa siaran langsung di media sosial,” kata pria yang akrab disapa Dayat ini.
Ia mencontohkan fenomena di kawasan Betapus, Samarinda, di mana warung kecil mendadak ramai setelah aktivitasnya dipromosikan lewat Facebook. Hal semacam ini, menurutnya, adalah bukti nyata bagaimana digitalisasi mengubah wajah ekonomi rakyat.
“Kalau dulu sulit sekali menjangkau pasar, sekarang dengan akses internet masyarakat bisa menjual apapun dengan lebih mudah. Indosat membawa fasilitas ini ke depan mata kita, maka harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Dayat menilai, program Indosat sejalan dengan agenda pemerintah daerah dalam mendorong digitalisasi layanan publik. Bedanya, Pemkot Samarinda lebih fokus pada digitalisasi birokrasi dan pelayanan, sementara Indosat bergerak ke ranah ekonomi, pendidikan, dan keluarga.
“Kalau kami di pemerintahan fokus pada program digitalisasi layanan publik, Indosat masuk ke ranah ekonomi, pendidikan, dan keluarga. Jadi ini saling melengkapi. Kami tentu siap berkolaborasi agar manfaat digitalisasi semakin luas dirasakan masyarakat,” tandasnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa