Home DaerahKota SamarindaKebakaran Lahan Meluas ke Bengkuring, Helikopter Dikerahkan untuk Water Bombing

Kebakaran Lahan Meluas ke Bengkuring, Helikopter Dikerahkan untuk Water Bombing

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Kebakaran lahan di kawasan Bengkuring, Kecamatan Samarinda Utara, meluas hingga mendekati permukiman warga. Api dilaporkan merambat dari wilayah Belimau dan Betapus menuju kawasan Jalan Padat Karya.

Lahan yang kering serta hembusan angin membuat api lebih cepat menjalar. Kepulan asap juga mulai mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga di sekitar Bengkuring.

Petugas gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan relawan terus melakukan pemadaman serta pendinginan untuk mencegah api meluas.

Kepala BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, petugas memprioritaskan pemadaman di titik-titik yang berpotensi membuat api semakin dekat dengan permukiman.

“Petugas terus melakukan pemadaman dan pendinginan. Kami mengantisipasi agar api tidak merambat semakin dekat ke permukiman,” ujar Suwarso.

Menurutnya, medan yang sulit dijangkau menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Luasnya lahan terbakar juga membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan api.

Helikopter Dikerahkan

Untuk membantu pemadaman, BNPB mengerahkan helikopter untuk melakukan water bombing, yakni menjatuhkan air dari udara ke titik kebakaran.

Helikopter tersebut dijadwalkan melakukan penerbangan pada Senin, 14 September 2026, sekitar pukul 14.00 WITA. Sasaran pemadaman berada di kawasan Lempake, Samarinda Utara.

Air untuk pemadaman akan diambil dari Bendungan Benanga, kemudian dijatuhkan ke lokasi yang masih terbakar atau memiliki potensi api kembali menyala.

Operasi ini dilakukan untuk membantu petugas di darat, terutama pada area yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Suwarso juga mengingatkan warga di sekitar lokasi kebakaran untuk tetap waspada terhadap asap maupun kemungkinan munculnya titik api baru.

“Kami meminta masyarakat tetap waspada. Jika menemukan titik api atau melihat asap yang berpotensi menjadi kebakaran, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti petugas,” katanya.

Warga juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah jika kondisi asap semakin pekat dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar.

Kebakaran lahan di tengah kondisi kering tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan warga jika api terus meluas. (*)
Editor : TW

You may also like