Home DaerahKota SamarindaPemkot Tancap Gas! Siapkan Lahan Besar untuk Sekolah Unggulan Non-Asrama di Setiap Kecamatan

Pemkot Tancap Gas! Siapkan Lahan Besar untuk Sekolah Unggulan Non-Asrama di Setiap Kecamatan

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Pemerintah pusat kembali menggulirkan program besar di bidang pendidikan, dalam pembangunan sekolah terpadu unggulan non-asrama di setiap kecamatan. Ide ini dipromosikan sebagai terobosan baru untuk menghadirkan akses pendidikan berkualitas tanpa harus memisahkan siswa dari keluarga.

Namun, di balik jargon pemerataan, sejumlah pakar pendidikan justru mengingatkan risiko lahirnya ketimpangan model baru. Berbeda dengan sekolah unggul berbasis asrama yang selama ini hanya bisa diakses kelompok tertentu, sekolah unggulan non-asrama dirancang agar lebih inklusif.

Siswa bisa pulang ke rumah setelah belajar, tanpa biaya tambahan yang besar seperti tinggal di asrama. Presiden RI disebut telah memberi arahan langsung, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini tengah menyiapkan format detail program tersebut.

“Intinya, setiap kecamatan minimal punya satu sekolah unggulan non-asrama. Siswa tetap pulang ke rumah, tetapi di sekolah mereka mendapat fasilitas terbaik, guru berkualitas, dan kurikulum yang setara dengan sekolah unggulan lain,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Selasa (30/9/2025).

Di level daerah, Samarinda bergerak cepat. Wali Kota Andi Harun bahkan menyatakan kota ini siap menjadi pionir nasional. Ia mengklaim sudah menyiapkan lahan 5 hingga 7 hektare per kecamatan.

“Kalau pemerintah pusat memutuskan jalan, Samarinda bisa langsung mengeksekusi. Lahan sudah clear and clean,” ujarnya.

Persoalan lain adalah pembiayaan. Model sekolah unggulan non-asrama memang mengurangi beban asrama, tetapi tetap membutuhkan biaya besar untuk membangun fasilitas laboratorium, perpustakaan modern, hingga teknologi digital.

Meski demikian, peluang yang dibawa konsep ini juga tidak bisa diabaikan. Dengan desain yang matang, sekolah unggulan non-asrama bisa menjadi katalis bagi perbaikan sistem pendidikan di sekitarnya. Sekolah unggulan dapat menjadi pusat inovasi, tempat pelatihan guru, dan laboratorium kurikulum yang kemudian ditularkan ke sekolah reguler.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like