Home DaerahKota SamarindaTanah Bergerak di Proklamasi, Sebagian Warga Terpaksa Mengungsi di Tenda BPBD

Tanah Bergerak di Proklamasi, Sebagian Warga Terpaksa Mengungsi di Tenda BPBD

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara — Fenomena tanah bergerak melanda kawasan padat penduduk di Jalan Proklamasi A, RT 52, Kelurahan Sungai Pinang Dalam. Sedikitnya lima rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat dan memaksa tujuh kepala keluarga mengungsi demi keselamatan.

Ketua RT 52, Ony Resita, menyatakan bahwa kejadian ini merupakan peristiwa pertama selama ia tinggal di kawasan tersebut. “Sekarang ada dua keluarga menempati tenda pengungsian dari BPBD, sisanya mengungsi ke rumah keluarga,” ungkap Ony, Kamis (29/5/2025) malam.

Tanah bergeser hingga dua meter menyebabkan beberapa pohon dan tandon air berpindah posisi. Retakan yang semula tampak kecil kini menjalar merata ke seluruh struktur bangunan rumah warga.

Ony menambahkan bahwa pihaknya telah menyampaikan laporan ke kelurahan, namun karena kejadian ini berlangsung saat hari libur, tindak lanjut baru bisa diharapkan pada awal pekan. Ia meminta perhatian dari instansi teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) atau Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Samarinda.

Situasi terdampak lahan bergerak di Jalan Proklamasi A, RT 52, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Samarinda, Kamis (29/5/2025) malam. (Foto: Intan)

“Sejauh ini belum ada bantuan lanjutan. BPBD memang sudah cek lokasi dan bantu tenda, tapi longsor ini terjadi serentak di 68 titik di Samarinda. Jadi pemerintah kota masih menangani secara bertahap,” jelas Ony.

Meski bantuan logistik belum maksimal, warga tetap saling bahu-membahu menghadapi situasi. Namun ketidakpastian akan penanganan bencana ini membuat cemas warga terus dilanda kecemasan.

“Rumah kami sudah miring dan tidak bisa ditinggali. Retaknya sampai ke kamar mandi dan dapur,” ujar Huning, salah satu warga terdampak.

Warga lainnya, Niti, menekankan pentingnya tindakan cepat dari pemerintah. Sebab persoalan ini menyangkut keselamatan baik warga yang terdampak maupun di sekitarnya.

“Jangan tunggu parah dulu baru ditangani,” tegasnya.

Mereka berharap adanya kepastian atas solusi jangka panjang, bukan hanya tindakan darurat semata.

“Kami butuh kepastian, bukan cuma tenda. Pondasi rumah kami tidak bisa kami perbaiki sendiri,” pungkas Huning.

Penulis: Intan
Editor: Lisa

You may also like