Home NasionalKalimantanAda Investor Asing Berminat, Bangun RS IA Moeis Bertaraf Internasional

Ada Investor Asing Berminat, Bangun RS IA Moeis Bertaraf Internasional

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Masuknya investasi swasta dalam proyek pembangunan lanjutan RSUD Inche Abdoel Moeis menjadi babak baru dalam pengelolaan layanan kesehatan publik di Samarinda. Pemerintah Kota menggandeng konsorsium asing melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dengan nilai proyek ditaksir mencapai Rp 700 miliar.

Seluruh pembiayaan disebut tidak lagi bersumber dari APBD, melainkan ditanggung pihak swasta. Rencananya rumah sakit berbentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini akan ditingkatnya statusnya bertaraf internasional.

Belum lama ini Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, dr Ismed Kusasih mengatakan proyek tersebut kini memasuki tahap prakualifikasi. Konsorsium Plenary Health yang merupakan gabungan antara Plenary Asia Pte Ltd dan PT Aspen Medical Group Indonesia, telah ditetapkan untuk menangani keseluruhan proses pembangunan. Adapun lahan milik rumah sakit yang ada saat ini seluas 14 hektare, namun yang sudah digunakan baru 2 hektare.

Ismed memastikan selama proyek KPBU ini berjalan, tak akan mengganggu pelayanan rumah sakit.
“Pihak swasta akan membangun di lahan yang belum dimanfaatkan. Jadi pelayanan ke masyarakat tetap jalan seperti biasa,” ujar Ismed, Jumat (18/4/2025).

Jika sesuai jadwal, penandatanganan kerja sama ditargetkan rampung pada 1 Oktober 2025, dengan groundbreaking pembangunan awal 2026. Proyek fisik ditarget rampung dalam waktu satu hingga dua tahun.

Gedung baru akan menambah kapasitas tempat tidur dari 180 unit menjadi 333 unit, ditambah empat bangunan baru serta sistem layanan berstandar internasional. Skema KPBU ini memang menjadi yang pertama untuk sektor kesehatan di Samarinda dan bahkan disebut sebagai proyek percontohan nasional.

Proses perencanaannya disebut sudah berlangsung hampir tiga tahun dengan pendampingan dari Kementerian Keuangan. Namun, keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan rumah sakit publik tetap perlu diawasi agar tidak bergeser menjadi layanan berbasis keuntungan.

“Kami merasa bersyukur karena pada akhirnya ada juga pihak swasta yang berminat membangun. Ini adalah bentuk kolaborasi lintas sektor,” demikian Ismed.

Editor: Lisa

You may also like