Home NasionalKalimantanPasar Pagi Belum Rampung, Disdag Siapkan Kembali Jaminan Sewa untuk Relokasi Pedagang

Pasar Pagi Belum Rampung, Disdag Siapkan Kembali Jaminan Sewa untuk Relokasi Pedagang

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Di tengah geliat pembangunan Pasar Pagi yang menelan anggaran ratusan miliar, sebagian pedagang yang direlokasi ke Segiri Grosir (SGS) justru berjalan di tempat. Bangunannya berada di atas Pasar Segiri Jalan Pahlawan.

Pendapatan yang menurun, pelanggan yang semakin jarang, dan ketidakpastian waktu untuk kembali ke lapak lama menjadi keseharian mereka sejak direlokasi tahun lalu. Salah satunya adalah Ahmad, pedagang pakaian yang telah berjualan sejak belasan tahun yang lalu. Kini ia menempati kios sementara di SGS, namun suasana tidak lagi sama.

“Pembeli ada saja karena ada sebagian pelanggan yang saya beritahu kalau sementara toko pindah kesini,” ungkapnya.

Menurutnya, keterbatasan lahan parkir menjadi salah satu kendala yang membuat pembeli enggan mampir lama. Meski demikian Jainur mengaku bersyukur karena selama menempati SGS, tidak dikenakan biaya sewa.

Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda memang menjamin seluruh fasilitas, termasuk listrik dan air, tetap ditanggung selama proses revitalisasi berlangsung. Namun kenyamanan itu tidak serta-merta menambal kerugian harian.

“Kalau fasilitas disini memang nyaman. Tapi kalau bisa saya mau berjualan di lokasi yang lama. Karena tidak semua pelanggan tahu tempat ini,” tuturnya.

Di sisi lain, proyek revitalisasi tahap dua yang kini sedang berjalan ditargetkan rampung Oktober mendatang. Setelah menghabiskan Rp 290 miliar di tahap awal, pemkot kembali menggelontorkan Rp 148,5 miliar untuk melengkapi bangunan modern yang dirancang dengan eskalator dan sistem kelistrikan terpadu.

Namun semua itu belum cukup menjadi jawaban bagi para pedagang yang masih bertanya-tanya kapan bisa kembali. Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, menyebut pemindahan pedagang ke lokasi baru masih menunggu evaluasi menyeluruh.

“Jadi capaiannya akan kami lihat dulu, baru kami sampaikan ke pedagang,” ucap wanita yang akrab disapa Yama.

Selama masa relokasi ini, Disdag Samarinda mengklaim telah mengalokasikan dana Rp 7 miliar untuk mendukung para pedagang di tiga lokasi, yakni SGS, Pasar Sungai Dama, dan Mall Mesra. “Kalau belum selesai, kenapa harus pindah. Kami siapkan saja lagi anggarannya untuk relokasi sementara yang ada saat ini,” pungkas Yama.

Editor: Lisa

You may also like