Home NasionalKalimantanSemua Korban Longsor Jalan Belimau Ditemukan, Wali Kota Minta Warga Dievakuasi Sementara

Semua Korban Longsor Jalan Belimau Ditemukan, Wali Kota Minta Warga Dievakuasi Sementara

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara — Seluruh korban tanah longsor yang terjadi di Jalan Belimau, Kelurahan Lempake, Kota Samarinda, akhirnya berhasil ditemukan.

Dua jenazah terakhir ditemukan dalam kondisi tertimbun dengan posisi seperti sedang tidur, menunjukkan bahwa peristiwa itu terjadi begitu cepat saat para korban tengah beristirahat.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan rasa duka mendalam atas tragedi tersebut. Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta para relawan yang telah bekerja tanpa henti sejak hari pertama kejadian.

“Hari ini, jenazah terakhir telah ditemukan dan langsung dibawa ke RSUD A. Wahab Syahranie untuk penanganan lebih lanjut. Basarnas sejak kemarin menginap di lokasi. Terima kasih atas kerja sama semua pihak yang luar biasa,” ujar Andi Harun saat meninjau langsung lokasi, Selasa (13/5/2025) pagi.

Dalam kesempatan itu, Andi Harun turut menyoroti kondisi geologis Kalimantan Timur yang mayoritas terdiri dari tanah berpasir dengan lapisan lempung di bawahnya. Kondisi tersebut membuat sejumlah kawasan rentan longsor, apalagi jika pohon-pohon pelindung ditebang demi pembangunan permukiman.

“Lokasi ini sebenarnya sudah ditandai sebagai kawasan rawan longsor. Bahkan sebelumnya telah diingatkan agar tidak dijadikan kawasan permukiman. Tapi karena status kepemilikan lahan, sebagian warga tetap membangun di sini,” jelasnya.

Ia menambahkan, kawasan longsor tersebut dulunya ditumbuhi pohon aren, namun belakangan dibabat habis untuk membuka lahan permukiman. Hal ini diduga memperparah risiko pergerakan tanah saat musim hujan tiba.

Sebagai langkah antisipatif, Pemkot Samarinda melarang lima kepala keluarga yang tinggal di sekitar titik longsor untuk kembali menempati rumah mereka. Pemerintah akan memfasilitasi tempat tinggal sementara bagi mereka di luar lokasi selama enam bulan ke depan.

“Saya tadi lihat langsung, di sela-sela tanah masih keluar air. Itu pertanda tekanan masih ada dan potensi longsor susulan bisa terjadi kapan saja. Untuk itu, kita minta warga sekitar mengungsi dulu demi keselamatan,” tegasnya.

Andi Harun juga mengajak masyarakat sekitar untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga korban, khususnya ayah dan anak yang selamat namun kehilangan empat anggota keluarganya dalam tragedi ini.

“Ini bukan beban ringan. Kehilangan empat anggota keluarga sekaligus tentu sangat berat. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Saya berharap masyarakat sekitar dapat memberikan solidaritas dan dukungan psikologis kepada mereka,” pungkasnya.

Pemkot Samarinda berencana mengunjungi langsung keluarga korban setelah situasi dinilai lebih tenang.

Penulis: Intan
Editor: Lisa

You may also like