Kukar, VivaNusantara – Upaya untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan kerja terus digalakkan oleh PT Maju Kalimantan Hadapan. Perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit ini tengah menjalankan penerapan K3 secara bertahap dengan penekanan pada perubahan pola pikir karyawan.
Manajer HSE & ISPO PT Maju Kalimantan Hadapan, Hence Miquel menjelaskan proses penerapan dimulai dari penyusunan standar operasional prosedur (SOP) terkait K3. Setelah SOP tersebut rampung, tahap berikutnya adalah melakukan sosialisasi menyeluruh kepada seluruh jajaran karyawan, mulai dari level manajemen hingga lapangan.
“Sosialisasi ini penting agar setiap lini memahami bagaimana SOP itu dijalankan di lapangan. Setelah sosialisasi, kami juga melakukan pengecekan langsung untuk memastikan implementasinya sesuai,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Kamis (7/8/2025).
Namun, Miquel tidak menampik adanya sejumlah kendala di lapangan, khususnya pada unit kerja di perkebunan. Perbedaan latar belakang karyawan menjadi tantangan tersendiri dalam proses internalisasi SOP.
“Kami menyadari bahwa pendekatan kepada karyawan, terutama di tingkat bawah, harus dilakukan secara serius dan konsisten. Salah satunya kami lakukan lewat apel pagi yang diisi materi-materi K3 secara rutin,” tuturnya.
Ia menambahkan, tujuan utama dari seluruh proses ini adalah mengubah cara pandang karyawan terhadap keselamatan kerja. Selama ini, masih ada anggapan bahwa menggunakan alat pelindung diri (APD) terasa tidak nyaman dan tidak perlu.
“Kami tekankan bahwa APD bukan soal nyaman atau tidak, tapi demi keselamatan. Jadi mindset ini yang kami coba ubah,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan juga menerapkan sistem reward and punishment sebagai langkah penguatan. Karyawan yang patuh terhadap aturan K3 akan diberi penghargaan, sementara yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan.
Miquel mengungkapkan, sejauh ini penerapan K3 di PT Maju Kalimantan Hadapan berjalan cukup baik dan diterima oleh sebagian besar karyawan, meski tetap memerlukan dorongan tambahan di beberapa bagian.
“Kami optimistis dengan pendekatan bertahap dan konsisten ini, budaya K3 akan tumbuh kuat di lingkungan kerja kami,” pungkasnya.
Penulis: Intan
Editor: Lisa