Home DaerahKota Samarinda72 Desa Kaltim Belum Teraliri PLN, Rudy Pasang Target Tuntas 2027

72 Desa Kaltim Belum Teraliri PLN, Rudy Pasang Target Tuntas 2027

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud optimistis seluruh desa di Kaltim sudah menikmati layanan listrik PLN pada akhir 2027.

Target tersebut dikebut Pemprov Kaltim bersama pemerintah pusat menyusul masih adanya 72 desa yang hingga kini belum teraliri listrik PLN.

Optimisme itu disampaikan Rudy saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik PLN untuk Desa Belum Berlistrik di Kaltim, di Ruang Serbaguna Samaun Samadikun, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).

Di hadapan Plt Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno, Rudy menyoroti kondisi kelistrikan Kaltim yang dinilainya belum sebanding dengan posisi daerah tersebut sebagai salah satu lumbung energi nasional.

“Kaltim ini lumbung energi, tapi listrik belum dinikmati semua masyarakat. Bukan hanya teraliri, tapi juga harus andal,” kata Rudy.

Menurutnya, ketersediaan listrik yang andal bukan sekadar kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mendorong investasi dan aktivitas ekonomi.

“Listrik sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat dan mendorong gairah investasi,” tegasnya.

72 Desa Masih Belum Berlistrik PLN

Rudy memaparkan, hingga akhir 2025 terdapat 109 desa dari total 1.038 desa/kelurahan di Kaltim yang belum teraliri listrik PLN.

Kondisi itu perlahan berkurang setelah Pemprov Kaltim melakukan sejumlah intervensi melalui Program Pra-PLN, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di 13 desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pada 2025, pemerintah daerah juga memperluas jaringan listrik antardusun di 16 desa. Program tersebut menyasar sekitar 1.600 rumah atau 1.803 kepala keluarga (KK), dengan pembangunan jaringan listrik sepanjang puluhan kilometer dan pemasangan 28 unit trafo.

Upaya tersebut berlanjut pada 2026. Pemprov Kaltim meminta pemerintah pusat membantu menyambungkan listrik ke 37 desa non-PLN pada semester pertama tahun ini.

Hasilnya, jumlah desa yang belum teraliri listrik PLN turun dari 109 menjadi 72 desa.

“Tahun ini kita usulkan lagi penyelesaian 36 desa non-PLN dan 2027 akan diselesaikan 36 desa lainnya,” ujar Rudy.

Dengan skema tersebut, Rudy optimistis seluruh desa di Kaltim dapat mencapai 100 persen berlistrik PLN pada akhir 2027.

Target itu, menurutnya, bahkan lebih cepat dibanding target nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk menuntaskan akses listrik PLN seluruh desa di Indonesia pada 2029.

Saat ini, 72 desa yang belum teraliri listrik PLN tersebar di enam kabupaten. Rinciannya, Paser empat desa, Kutai Barat 21 desa, Berau 21 desa, Mahakam Ulu 11 desa, Kutai Kartanegara delapan desa, dan Kutai Timur 13 desa.

“Kami harus memastikan seluruh rakyat Kaltim menikmati akses listrik PLN. Mari kita kawal bersama agar pada 2027 seluruh desa di Kaltim sudah 100 persen berlistrik PLN,” tandasnya.

Pemerintah Pusat Dukung Percepatan

Plt Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno mengapresiasi komitmen Pemprov Kaltim dan pemerintah kabupaten dalam mempercepat pemerataan listrik.

“Kami sangat mendukung percepatan penyediaan dan pemenuhan listrik di Kalimantan Timur. Kami akan lakukan seoptimal mungkin,” kata Tri.

Rapat tersebut turut dihadiri Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari, Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk, serta GM PLN UID Kaltimtara Muchammad Khaliq Fadli. (“/Vn)
Editor : TW

You may also like