Samarinda, VivaNusantara – Kondisi Stadion Segiri belum lama ini menjadi sorotan Wali Kota Samarinda Andi Harun. Meski telah beberapa kali direnovasi, nyatanya hal itu saja tak cukup membuatnya terkesan.
Padahal kegiatan yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR tahun lalu telah menelan anggaran Rp74,58 miliar. Namun ia pun mempertanyakan kualitas proyek tersebut, setelah melihat kondisi rumput lapangan yang menguning dan rusak, meski seharusnya sudah masuk dalam paket perbaikan.
Terlebih pengerjaan rumput merupakan bagian dari renovasi. Oleh karenanya, patut diduga ada yang tidak beres dalam pengerjaannya.
Meski kecewa, Andi Harun memastikan Pemkot Samarinda akan mencari solusi cepat. Ia menjanjikan langkah konkret dalam beberapa hari ke depan.
“Kami tetap akan upayakan ini bisa diatasi secepatnya. Mungkin Jumat sudah ada jawabannya,” tegas Andi Harun, Rabu (27/8/2025).
Sementara itu, manajer Borneo FC Dandri Dauri mengingatkan ada empat masalah mendesak di Stadion Segiri, rumput lapangan yang mendapat teguran operator liga, tunggakan air PDAM, lampu penerangan yang belum sesuai standar, dan scoring board yang bermasalah.
“Kami ditegur keras dari PT Liga Indonesia Baru. Terkait rumput, kami harap ini selesai dalam dua minggu ke depan karena ada jeda laga internasional,” kata Dandri.
Borneo FC juga menawarkan skema pengelolaan stadion penuh oleh klub, seperti yang dilakukan tim-tim lain melalui sewa tahunan. Namun, usulan ini ditanggapi hati-hati.
“Belum bisa dilakukan sementara ini, karena aset daerah masih dalam supervisi KPK. Harus ada rekomendasi terlebih dahulu,” tutup Andi Harun.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa