Samarinda, VivaNusantara – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefudin Zuhri, meminta Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU tetap aman sehingga tidak memicu antrean panjang kendaraan yang mengganggu ketertiban lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan.
Permintaan tersebut disampaikan Saefudin saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di ruang rapat Wakil Wali Kota Samarinda, Senin (6/7/2026).
Dalam rapat itu, Saefudin menyoroti antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU di Samarinda. Selain terjadi di SPBU Jalan M. H. Mansyur, kawasan Gunung Batu, Kelurahan Loa Bakung, antrean juga terlihat di SPBU Sungai Keledang, Jalan Bung Tomo, serta SPBU Gunung Lipan di Jalan Cipto Mangunkusumo.
Menurutnya, antrean yang didominasi truk-truk besar tersebut telah meluber hingga ke badan jalan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

Wawali Samarinda, Saefudin Zuhri saat memimpin rapat Inflasi di Balaikota, Senin (6/7/2026).
“Kalau stok BBM cukup, seharusnya tidak ada antrean,” tegas Saefudin.
Ia meminta Pertamina Patra Niaga mengevaluasi sistem distribusi BBM agar pasokan di setiap SPBU tetap terjaga. Pengaturan distribusi juga diharapkan tidak dilakukan pada jam-jam padat sehingga tidak menimbulkan penumpukan kendaraan di sekitar SPBU.
Saefudin juga menginstruksikan Dinas Perhubungan Kota Samarinda untuk menertibkan antrean kendaraan yang menggunakan badan jalan saat menunggu giliran mengisi BBM.
“Jalan umum harus tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Jangan sampai antrean kendaraan mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kota Samarinda berharap koordinasi antara Pertamina Patra Niaga, Dinas Perhubungan, aparat kepolisian, dan instansi terkait dapat segera menghasilkan solusi agar distribusi BBM berjalan lancar, stok tetap tersedia, serta antrean di SPBU tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat.
Diketahui, dalam lebih dari sepekan terakhir antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Samarinda terus mengular. Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai kelancaran distribusi BBM di Kota Tepian. Pemerintah berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius agar pelayanan kepada masyarakat kembali normal.(*)
Editor : TW