Home DaerahKota SamarindaAngkot Tinggal Kenangan, Transportasi Modern Siap Tancap Gas Tahun Depan

Angkot Tinggal Kenangan, Transportasi Modern Siap Tancap Gas Tahun Depan

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Rencana pembangunan transportasi terintegrasi di Kalimantan Timur kembali mencuat. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan bahwa transportasi bukan sekadar urusan mobilitas, melainkan urat nadi perekonomian daerah yang harus dirancang menyeluruh, dari darat, laut, udara, hingga kereta api.

Menurutnya, arahan Kementerian Perhubungan menekankan pentingnya konektivitas antarwilayah, terutama menghubungkan kabupaten/kota di Kaltim dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Transportasi tidak bisa dipandang parsial. Ia harus menjadi sistem yang mengintegrasikan logistik dan mobilitas manusia, agar daerah-daerah terpencil juga mendapat akses yang adil terhadap pembangunan,” tegas Manalu, Jumat (19/9/2025).

Salah satu isu strategis adalah rencana jalur kereta api yang masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional. Proyek ini disebut Manalu realistis secara teknis, namun kemungkinan baru terealisasi sekitar 2030.

“Secara geografis, Kalimantan memungkinkan untuk dibangun jalur kereta api. Kalau ini strategi nasional, maka seluruh kabupaten/kota di Kaltim harus terkoneksi, bukan hanya satu wilayah,” ujarnya.

Sambil menunggu proyek besar tersebut, Samarinda bergerak lebih cepat dengan menyiapkan sistem transportasi massal berbasis bus. Program yang ditargetkan berjalan pada 2026 itu akan menggantikan angkot konvensional yang dinilai tidak lagi layak. Dishub telah menyiapkan tujuh trayek utama dan enam trayek pendukung, dengan halte pusat di kawasan Pasar Pagi.

“Angkot yang ada sekarang secara teknis sudah tidak bisa lagi dikategorikan sebagai angkutan yang aman dan nyaman. Karena itu, transisi ke bus kota harus dilakukan. Bus tidak bisa berhenti sembarangan, tetapi di halte yang sudah terkoneksi dengan pedestrian, sehingga lebih tertib dan ramah pengguna,” jelas Manalu.

Ia menambahkan, pergeseran ini menandai perubahan paradigma besar: dari transportasi berbasis individual dan tidak teratur menuju sistem yang terintegrasi, aman, serta mendukung konektivitas antarwilayah. “Kalau kita ingin ekonomi Samarinda dan Kaltim berkembang, transportasi publik harus naik kelas. Tidak cukup hanya mengandalkan jalan raya, tapi membangun jaringan transportasi yang benar-benar berfungsi sebagai tulang punggung mobilitas,” pungkasnya.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like