Home DaerahKota SamarindaAsap Karhutla Menggantung di Atas Samarinda, Ini Penjelasan BPBD

Asap Karhutla Menggantung di Atas Samarinda, Ini Penjelasan BPBD

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Kabut asap yang menyelimuti Kota Samarinda pada Rabu (16/9/2026) bukan semata karena kebakaran lahan di dalam kota. Kondisi atmosfer turut membuat asap bertahan dan menutup pandangan ke langit.

Kepala BPBD Kota Samarinda Suwarso menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan pertumbuhan awan yang diprediksi terjadi pada 16-17 September 2026.

Menurutnya, asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berada di udara tertahan oleh lapisan awan tebal sehingga tidak cepat menyebar ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi.

“Asap karhutla tertahan awan tebal di atas,” kata Suwarso, Rabu (16/9/2026).

Kondisi tersebut membuat asap berkumpul di atmosfer sekitar Samarinda dan turut menyebabkan matahari terlihat samar, bahkan nyaris tak terlihat dari sejumlah kawasan.

Suwarso juga menyebut ada kemungkinan asap dari karhutla di wilayah perbatasan Samarinda ikut terbawa angin masuk ke wilayah kota.

Salah satunya berasal dari kawasan Sungai Bawang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Asap dari wilayah tersebut diperkirakan terbawa angin menuju kawasan Bandara APT Pranoto Samarinda.

“Saat ini asap karhutla dari Sungai Bawang (Kukar) terbawa angin mengarah ke Bandara APT Pranoto dan mempengaruhi jarak pandang,” ujarnya.

Meski demikian, Suwarso memastikan aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto untuk sementara masih berjalan normal.

Kondisi ini menjadi perhatian karena kabut asap Samarinda berlangsung bersamaan dengan masih adanya kebakaran lahan dan kondisi kering. Pergerakan asap sangat dipengaruhi arah angin serta kondisi atmosfer sehingga konsentrasinya dapat berubah dari waktu ke waktu.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau tetap memperhatikan kondisi kualitas udara dan menggunakan masker, terutama ketika kabut asap semakin pekat.(*/Vn)
Editor : TW

You may also like