Samarinda, VivaNusantara – Kabut asap karhutla dan keterbatasan air bersih mulai mengganggu aktivitas pendidikan di Samarinda.
SMP Negeri 12 Samarinda mengambil langkah dengan mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari.
Sekolah yang berada di Jalan Raya Samarinda-Bontang KM 26, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, menetapkan PJJ pada Kamis-Jumat, 17-18 September 2026.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 422.1/179/100.01.18.A12 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), yang ditetapkan pada 16 September 2026 oleh Kepala SMPN 12 Samarinda, H. Suprihatno, M.Pd.
Dalam surat edaran tersebut, sekolah menyebut keputusan PJJ diambil untuk menjaga kesehatan, keselamatan dan kenyamanan peserta didik, menyusul kualitas udara yang terdampak asap karhutla serta keterbatasan air.
Selama PJJ, siswa mengikuti pembelajaran dari rumah sesuai jadwal dan arahan guru melalui grup WhatsApp.
Sekolah juga meminta siswa tetap mengikuti kegiatan belajar, mengerjakan tugas dan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum membaik.
Orang tua turut diminta melakukan pendampingan selama pembelajaran berlangsung.
Pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan setelah kondisi dinilai membaik dan sekolah menyampaikan informasi lebih lanjut.
Keputusan SMPN 12 Samarinda ini menjadi salah satu gambaran bagaimana kabut asap dan krisis air mulai memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, termasuk proses belajar mengajar.(*/Vn)
Editor : TW