Samarinda, VivaNusantara – Kabut asap yang menyelimuti Samarinda terjadi di tengah masih berlangsungnya kebakaran lahan di sejumlah kawasan. Asap terutama berasal dari lahan gambut yang kembali terbakar dan sulit ditangani karena api dapat merambat di bawah permukaan.
Kondisi kering yang masih berlangsung membuat penanganan kebakaran lahan menjadi lebih sulit. BPBD Kota Samarinda juga masih melakukan penanganan di sejumlah titik, termasuk kawasan irigasi, dengan kondisi lahan yang cukup luas dan titik api yang menyebar.
Kepala BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, karakter kebakaran di lahan gambut membuat asap lebih dominan dibandingkan kobaran api yang terlihat.
“Kalau lahan biasa langsung terlihat api. Kalau gambut lebih banyak asap. Ini yang bisa mengganggu kesehatan,” kata Suwarso.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan asap. Data IQAir pada Rabu (16/9/2026) pukul 15.00 WITA mencatat AQI Samarinda berada di angka 108, dengan polutan utama PM2.5 dan masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit jantung, dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik berat, saat kualitas udara memburuk.
Suwarso juga mengimbau masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker.
“Bagi yang beraktivitas di luar rumah sebaiknya memakai masker,” ujarnya.
Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi tinggi dan terpasang rapat di wajah. Paparan asap juga dapat dikurangi dengan menutup pintu dan jendela serta menjaga kualitas udara di dalam rumah.
Masyarakat dapat menggunakan air purifier dengan filter HEPA apabila tersedia, terutama di ruangan yang menjadi tempat berkumpulnya kelompok sensitif.
Paparan asap dapat menimbulkan keluhan seperti iritasi tenggorokan, batuk hingga sesak napas. Jika keluhan muncul, segera hentikan aktivitas dan berpindah ke tempat dengan udara yang lebih bersih.
Apabila keluhan berlanjut atau semakin berat, masyarakat disarankan segera mendapatkan pertolongan medis.
Kewaspadaan menjadi penting selama kebakaran lahan dan kondisi kering masih berlangsung, terlebih kabut asap dapat berubah mengikuti arah angin dan kondisi atmosfer.(*/Vn)
Editor : TW