Samarinda, VivaNusantara – Hamparan hijau tak berujung membentang di kaki langit Balikpapan Timur. Di sinilah Taman Wisata Bukit Kebo berdiri sebuah permata tersembunyi yang menyatukan keheningan alam, jejak peternakan tradisional, dan semangat wisata berbasis masyarakat.
Siapa sangka, tempat yang dulunya hanya kawasan peternakan kerbau ini kini menjelma menjadi destinasi populer, bahkan viral di media sosial. Awalnya, Bukit Kebo adalah peternakan milik Seber R. Kombong, yang sudah dikelola sejak 2004. Nama “Kebo” berasal dari bahasa Jawa yang berarti kerbau—hewan utama yang digembalakan bebas di padang rumput kawasan ini.
Selama bertahun-tahun, tempat ini hanya dikenal warga sekitar. Hingga akhirnya, pada 2021, kawasan ini mendadak ramai dikunjungi setelah menjadi latar konten para kreator digital. Sejak itu, jalan menuju Bukit Kebo tak pernah sepi dari kendaraan warga yang haus akan nuansa alam.
Melihat potensi besar tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan pun segera bertindak. Bersama PLN Nusantara Power dan warga lokal, mereka mengembangkan kawasan ini menjadi Taman Wisata Bukit Kebo.
Program CSR pun digulirkan, dengan fokus pada pelatihan pengelolaan wisata, pembentukan Pokdarwis, serta pengembangan fasilitas publik. Pada 20 Desember 2023, Bukit Kebo resmi dibuka sebagai destinasi wisata baru di Balikpapan.
Secara geografis, Bukit Kebo berada di KM 8 Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur. Aksesnya relatif mudah, hanya sekitar 20–30 menit dari pusat kota atau Bandara Sepinggan. Meski bagian akhir jalannya berupa tanah dan kerikil, kendaraan roda dua dan empat masih dapat melewatinya dengan aman.
Daya tarik utama Bukit Kebo adalah lanskapnya yang mirip dengan “Bukit Teletubbies”. Padang rumput hijau membentang seluas mata memandang, dihiasi kerbau-kerbau yang merumput dan berendam di kubangan.
Panorama ini menjadi surga bagi para fotografer dan pemburu senja. Langit jingga saat matahari tenggelam menciptakan siluet sempurna yang tak akan mudah dilupakan.
Tak hanya untuk bersantai dan berfoto, Bukit Kebo juga cocok untuk berbagai aktivitas luar ruang seperti trekking ringan, piknik, hingga berkemah. Di beberapa sudut, tersedia villa lengkap dengan fasilitas seperti AC, dapur, dan peralatan masak. Bagi yang ingin lebih dekat dengan alam, area camping disediakan dengan perlengkapan lengkap yang bisa disewa dari pengelola.
Fasilitas lainnya pun cukup memadai. Tersedia toilet bersih, mushola, gazebo untuk bersantai, hingga warung lokal yang menyajikan makanan khas seperti soto Banjar dan ikan bakar. Area parkir pun luas dan mampu menampung banyak kendaraan, terutama saat akhir pekan.
Kehadiran Taman Wisata Bukit Kebo memberi warna baru bagi pariwisata Balikpapan. Selain menjadi ruang terbuka hijau yang ramah keluarga, kawasan ini juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Program pelatihan dari Disporapar, pembentukan Pokdarwis, hingga rencana pengembangan fasilitas seperti jogging track dan spot foto kekinian menunjukkan komitmen serius dalam membangun wisata berkelanjutan.
Bagi kamu yang ingin “melarikan diri” sejenak dari keramaian kota, Bukit Kebo adalah pilihan sempurna. Tidak hanya menyegarkan mata, tapi juga menyentuh sisi batin yang merindukan kedamaian. Datanglah saat senja. Duduklah di antara rerumputan. Lihatlah kerbau-kerbau yang pulang ke kandang. Di sana, kamu akan tahu bahwa keindahan seringkali lahir dari kesederhanaan.
Penulis: Intan
Editor: Lisa