Home DaerahKota SamarindaDisiapkan Anggaran Rp200 Miliar, Pasar Segiri Dibidik Direvitalisasi

Disiapkan Anggaran Rp200 Miliar, Pasar Segiri Dibidik Direvitalisasi

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Pasar Pagi hampir final dan direncanakan bakal beroperasi pada Desember mendatang. Kini giliran Pasar Segiri yang dibidik untuk dilakukan revitalisasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Sebagaimana diketahui, Pasar Segiri dikenal sebagai pasar induk terbesar dan paling vital di Kalimantan Timur. Pasar yang beroperasi selama 24 jam ini menjadi pusat distribusi bahan pokok untuk berbagai daerah di Kaltim. Karena itu, penataan Segiri dinilai penting untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan kelancaran rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat.

“Aspek fungsional Pasar Segiri sangat besar. Ia bukan hanya pusat jual beli, tapi juga penggerak ekonomi daerah. Hampir semua kebutuhan bahan pokok di Samarinda dan sekitarnya bersumber dari sini,” ujar Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, Rabu (22/10/2025).

Lanjutnya, konsep penataan telah disusun oleh konsultan perencana dan kini memasuki tahap penyempurnaan desain. Revitalisasi Pasar Segiri akan dibangun dua lantai, menyesuaikan dengan karakteristik perdagangan yang sebagian besar bersifat grosir bahan pangan.

“Karena di Segiri itu dominan pedagang grosir seperti bawang merah, bawang putih, cabai, beras, dan kebutuhan dapur lainnya, maka tidak mungkin ditempatkan di lantai atas. Itu sebabnya desainnya dibuat dua lantai saja,” jelasnya.

Dari sisi pembiayaan, Pemkot Samarinda telah mengusulkan anggaran sekitar Rp257 miliar, namun akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “Kita realistis saja. Kalau bisa ditekan di kisaran Rp200 miliar sudah cukup. Yang penting fungsional dan tertata,” tambahnya.

Pemkot juga menekankan pentingnya pendataan ulang seluruh pedagang agar penataan tidak menimbulkan sengketa seperti di proyek sebelumnya. Marnabas memastikan, proses pemetaan akan dilakukan secara detail dan transparan.

“Saya minta data pedagang yang ada sekarang harus benar-benar akurat. Setiap blok, setiap nomor lapak harus digambarkan dalam peta. Jadi kalau nanti ada protes, kita punya dasar visualnya. Tidak boleh lagi ada data yang tumpang tindih,” tegasnya.

Terkait lokasi relokasi sementara bagi pedagang, Pemkot masih menyiapkan beberapa alternatif. Salah satunya adalah eks Bandara Temindung, yang dinilai cukup luas dan strategis untuk menampung aktivitas perdagangan selama proses pembangunan berlangsung.

“Untuk sementara memang belum kita putuskan, tapi salah satu opsi yang sedang kita jajaki adalah eks Bandara Temindung. Mudah-mudahan bisa digunakan setahun selama pembangunan berjalan,” ungkapnya.

Marnabas menegaskan, penataan Segiri merupakan langkah lanjutan dari visi besar Pemkot untuk menata wajah ekonomi kota. Setelah Pasar Pagi disiapkan sebagai sentra perdagangan pakaian dan barang kebutuhan rumah tangga, Segiri akan difokuskan sebagai pusat distribusi bahan pokok.

“Jadi Pasar Pagi itu kita arahkan untuk perdagangan kain, pakaian, dan perlengkapan rumah tangga. Sedangkan Segiri, tetap menjadi jantungnya perdagangan bahan pokok di Samarinda,” tutup Marnabas.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like