Home DaerahKota SamarindaGelontorkan Rp9 Miliar, Pemkot Samarinda Bangun Kolam Retensi Pampang Bertahap

Gelontorkan Rp9 Miliar, Pemkot Samarinda Bangun Kolam Retensi Pampang Bertahap

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Upaya pemerintah kota dalam mengatasi banjir Samarinda kembali mendapat sorotan. Proyek pembangunan Kolam Retensi Pampang dengan anggaran Rp9 Miliar, dirancang menjadi salah satu solusi utama pengendalian banjir kini tengah dikebut meski masih berjalan bertahap.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar menegaskan, kolam retensi ini adalah proyek strategis yang akan menentukan keberhasilan penanganan banjir di ibu kota Kaltim. Dengan luas total mencapai 70 hektare, kawasan ini diproyeksikan mampu menahan limpasan air dari berbagai wilayah perbatasan yang selama ini kerap memicu banjir di Samarinda.

“Selama ini penyebab banjir di Samarinda ada dua, limpasan air dari daerah tetangga, terutama Kukar, dan pasang sungai Mahakam. Kolam ini diharapkan mampu menampung limpasan tersebut agar tidak langsung masuk ke kota,” ujarnya saat meninjau lokasi Kolam Retensi Pampang, Jalan Tengkawang, Kecamatan Sungai Kunjang, Senin (29/9/2025).

Ia mengingatkan, efektivitas kolam retensi tidak boleh berhenti sebatas pembangunan fisik. “Kita tidak ingin kolam yang sudah dibangun dengan anggaran besar justru tidak maksimal. Ini harus jadi langkah nyata, bukan sekadar proyek,” tegasnya.

Sementara itu, Manager Team Leader Kolam Retensi Pampang, Iwan Sukendro, mengungkapkan bahwa saat ini pembangunan baru terealisasi sekitar 38 persen. Meski demikian, ia optimistis pengerjaan tahap pertama bisa rampung pada Desember 2025.

“Targetnya Desember selesai 100 persen untuk tahap pertama. Saat ini kendala utama ada pada kondisi lahan yang berlumpur dan akses jalan yang cukup jauh, sehingga butuh tambahan alat berat. Kami sudah rencanakan penambahan satu set ekskavator lagi untuk mempercepat pekerjaan,” jelas Iwan.

Lanjutnya, kolam retensi ini dirancang memiliki kapasitas tampung awal hingga 1,8 juta meter kubik air dengan luasan sekitar 1,5 hektare pada tahap pertama. Nantinya, jika seluruh 70 hektare tuntas, kolam ini diyakini mampu menahan limpasan besar dari kawasan Bandara APT Pranoto, Sungai Siring, hingga Pampang yang kerap meluber ke pusat kota.

“Secara keseluruhan, pembangunan dilakukan bertahap sesuai alokasi anggaran pemerintah kota. Dari perencanaan, kapasitas total yang akan tercapai jauh lebih besar dari tahap awal. Ini adalah pekerjaan panjang yang akan terus berlanjut,” tambahnya.

Bila sesuai target, Desember mendatang kolam ini bisa mulai berfungsi menahan debit air, meski kapasitas penuhnya baru tercapai setelah seluruh lahan 70 hektare selesai direvitalisasi.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like