Home DaerahKota SamarindaGubernur Kaltim Temui Warga Korpri Loa Bakung, Penyelesaian Status Lahan Mulai Bergerak

Gubernur Kaltim Temui Warga Korpri Loa Bakung, Penyelesaian Status Lahan Mulai Bergerak

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Setelah bertahun-tahun menanti kepastian hukum atas status lahan tempat tinggal mereka, warga Perumahan Korpri Loa Bakung akhirnya mendapat respons langsung dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud turun langsung menemui massa aksi di depan Kantor Gubernur Kaltim, Senin (18/5/2026), dan memastikan persoalan tersebut mulai memasuki tahap penyelesaian.

Kedatangan gubernur disambut antusias warga yang sejak pagi menyampaikan tuntutan terkait kejelasan status lahan rumah mereka.

Suasana aksi yang sempat tegang berubah lebih kondusif saat Rudy memilih berdialog langsung dengan warga dan mendengarkan aspirasi mereka secara terbuka.

Dalam keterangannya, Rudy menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun itu. Pemprov Kaltim, kata dia, tengah menyiapkan langkah hukum dan administratif untuk mencari solusi atas status lahan yang saat ini masih berstatus Hak Guna Bangunan (HGB).

“Persoalan ini sedang kami dorong penyelesaiannya. Pemprov bersama Biro Hukum akan melakukan kajian menyeluruh serta berkoordinasi dengan instansi terkait agar solusi yang diambil benar-benar sesuai aturan,” ujar Rudy di hadapan warga.

Ia menjelaskan, penyelesaian status lahan tidak bisa dilakukan secara instan karena berkaitan dengan aset pemerintah daerah serta melibatkan sejumlah regulasi lintas lembaga. Untuk itu, Pemprov Kaltim akan menggandeng Kejaksaan Tinggi, Kementerian ATR/BPN, hingga Kementerian Dalam Negeri agar seluruh proses berjalan aman secara hukum.

Meski membutuhkan waktu, Rudy memastikan aspirasi warga menjadi perhatian serius pemerintah. Ia juga meminta masyarakat memberi ruang bagi pemerintah untuk menuntaskan tahapan yang kini sedang berjalan.

“Kami ingin warga mendapatkan haknya, dari HGB menjadi SHM. Tetapi prosesnya memang harus melalui mekanisme yang benar agar hasilnya memiliki kepastian hukum,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga mengundang salah satu perwakilan warga, Neneng Herawati, naik ke atas panggung sebagai simbol keterbukaan pemerintah dalam membangun dialog langsung dengan masyarakat. Momen itu disambut tepuk tangan warga yang hadir.

Neneng mengaku lega karena perjuangan warga akhirnya mendapat perhatian langsung dari gubernur. Ia berharap komitmen yang disampaikan dapat segera diwujudkan dalam bentuk langkah nyata.

“Kami bersyukur akhirnya bisa didengar langsung. Harapan kami tentu ada penyelesaian yang jelas dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh warga,” ujarnya.(*)

Editor : TW

You may also like