Home DaerahKota SamarindaIroni Keadilan di Sempaja Timur: Oknum RT Penganiaya Tak Tersentuh Hukum

Ironi Keadilan di Sempaja Timur: Oknum RT Penganiaya Tak Tersentuh Hukum

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Tiga bulan setelah insiden tragis yang menimpa Syelvia Ningsih Kalauw, Sekretaris RT 53 Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara, kasus penganiayaan berat yang diduga dilakukan oleh Ketua RT 53 belum juga menemui kejelasan. Hingga kini, oknum ketua RT tersebut masih bebas berkeliaran.

Syelvia menceritakan, awal mula penganiayaan yang menimpa akibat dirinya yang mendatangi rumah ketua RT 35, untuk meminta surat domisili karena ingin mendaftar program Gratispol Pendidikan.

“Waktu itu tanggal 28 Juli jam 10.45 pagi, saya datang ke Pak RT untuk minta surat domisili, namun beliau justru marah, dan melakukan penganiayaan kepada saya,” sebut Syelvi, Senin (6/10/2025).

Syelvia menjelaskan, ia menemui oknum RT tersebut dengan sopan. Namun ia justru mendapatkan pukulan dan tendangan di area badan dan kepala yang menyebabkan dirinya menderita luka-luka.

Ia menjabarkan beberapa bagian tubuhnya mengalami robek dan lebam akibat tendangan di bagian ulu hati, pukulan di kepala sebelah kanan lalu dilanjut kepala sebelah kiri lalu diakhiri injakan di bagian leher dan kepala.

Bukti penganiayaan oknum RT. (Dokumentasi Pribadi)

“Bibir saya berdarah, kepala saya lebam dan 2 bulan sangat sakit,” paparnya.

Dirinya berujar telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kelurahan Sempaja Timur, juga kepada polsek Sungai Pinang-Samarinda Utara. Dirinya tak lupa mengambil visum di sentra kesehatan terdekat untuk melengkapi pegangan terhadap penganiayaan yang diterimanya.

Ia menyebut, sampai saat ini proses penyidikan masih berlangsung. Namun oknum ketua RT tersebut masih bebas berkeliaran di luar rumah karena disebut memiliki penyakit kronis.

“Katanya ada penyakit kronis, tapi dia sibuk aja itu wara wiri kesana-sini, tidak diam dirumah,” sebut Syelvia.

Selain itu, yang lebih mengecewakan, oknum tersebut hingga kini masih menjabat sebagai Ketua RT, meski telah berstatus sebagai tahanan kota. Syelvia juga mengaku, dirinya yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris RT tiba-tiba diganti tanpa pemberitahuan atau penjelasan apa pun.

“Saya bertanya sih kebijakan perihal ini bagaimana, masa pelaku kriminal masih jadi RT,” jelas Syelvia.

Suara lain juga datang dari narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya, Ia berujar, Sekretaris RT yang menggantikan Syelvia merupakan anak dari Oknum RT tersebut.

“Itu anaknya, dan Sekretaris tersebut tak pernah terlihat di lapangan,” jelasnya.

Kini, Syelvia menanti keadilan yang utuh baginya. Ia berharap oknum ketua RT tersebut tidak lagi menjabat, sebab jika dirinya yang notabene merupakan pengurus RT saja bisa mendapat perlakuan buruk, apalagi warga biasa yang berkoordinasi dengannya.

Penulis: Ain
Editor: Lisa

You may also like