Samarinda, VivaNusantara – Lima tahanan Polsek Samarinda Kota masih diburu polisi setelah kabur dari ruang tahanan pada Sabtu (19/10/2025) dini hari. Dari jumlah itu, tiga di antaranya merupakan pelaku kekerasan seksual terhadap anak (pedofil) yang dinilai sangat berisiko mengancam keselamatan masyarakat.
Aksi pelarian mereka tergolong nekat. Para tahanan diduga menjebol dinding beton di area kloset sel menggunakan besi jemuran dan paku pengait yang memang sudah ada di dalam ruang tahanan. Besi itu dipasangi paku, lalu dibentur-benturkan ke dinding hingga akhirnya tembus dan menciptakan lubang sebagai jalan keluar.
“Besi jemuran yang memang tersedia di dalam sel dijadikan alat untuk membuat lubang pelarian,” ungkap Kasi Humas Polresta Samarinda, Ipda Novi Hari Setiawan, Senin (20/10/2025).
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi mendapati lubang berdiameter sekitar 40 sentimeter pada dinding setebal 30 sentimeter. Para tahanan memperkirakan waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya saat hujan deras mengguyur Kota Samarinda, agar suara benturan dan gesekan logam tidak terdengar oleh petugas jaga.
“Lubangnya memang kecil, tapi cukup untuk satu per satu tahanan keluar,” ujar Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar.
Dari 15 tahanan yang kabur, polisi berhasil menangkap kembali 10 orang. Sementara lima lainnya masih dalam pengejaran intensif, terdiri atas pelaku dari berbagai kasus:
– 7 orang kasus pencurian dengan pemberatan (curat)
– 3 orang kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor)
– 2 orang kasus penggelapan
– 3 orang kasus kekerasan seksual terhadap anak
Tiga pelaku pedofilia yang masih buron kini menjadi prioritas utama pencarian, mengingat potensi residivisme dan ancaman terhadap masyarakat, terutama anak-anak.
3 pelaku itu, menjadi tersangka kekerasan terhadap anak, kejahatan perlindungan anak, dan persetubuhan terhadap anak.
Petugas kepolisian memperketat penjagaan di seluruh jalur keluar-masuk Kota Samarinda. Pengawasan dilakukan tidak hanya di bandara dan pelabuhan, tetapi juga di terminal-terminal utama, termasuk Terminal Sungai Kunjang, Terminal Samarinda Seberang, serta Pelabuhan Mahakam. Setiap titik strategis dijaga ketat untuk mencegah para buronan melarikan diri ke luar kota.
“Jika ditemukan kelalaian akan ada sanksi tegas,” tutupnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa