Home DaerahKota SamarindaLumpur Tinja Bukan Sekadar Urusan WC, UWGM Dorong ASN Samarinda Jadi Teladan

Lumpur Tinja Bukan Sekadar Urusan WC, UWGM Dorong ASN Samarinda Jadi Teladan

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Pengelolaan lumpur tinja menjadi perhatian Tim KKN Riset Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda. Melalui kegiatan sosialisasi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Samarinda, Senin (24/8/2026), mahasiswa mendorong aparatur sipil negara (ASN) menjadi teladan dalam penerapan sanitasi aman.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Kolaborasi Peningkatan Kebermanfaatan dan Keberlanjutan Tata Kelola Layanan Pengolahan Lumpur Tinja di Kota Samarinda.”

Sasaran kegiatan adalah ASN di lingkungan DPUPR Kota Samarinda. Pemilihan ASN dinilai strategis karena mereka tidak hanya berperan dalam kebijakan dan pelayanan publik, tetapi juga diharapkan mampu menjadi contoh bagi masyarakat dalam menerapkan pengelolaan air limbah domestik yang aman.

Tim KKN Riset UWGM menekankan bahwa pengelolaan lumpur tinja tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Rantai layanan harus berjalan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan septic tank yang layak di tingkat rumah tangga, penyedotan secara berkala, pengangkutan, hingga pengolahan di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Jangan Tunggu Septic Tank Meluap

Salah satu pesan utama dalam sosialisasi adalah pentingnya penyedotan septic tank secara berkala.

Masyarakat diharapkan tidak menunggu septic tank penuh, meluap, atau bermasalah baru melakukan penyedotan. Pola tersebut dinilai berisiko terhadap pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Lumpur tinja yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari tanah, drainase, sungai maupun badan air lainnya. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko paparan mikroorganisme penyebab penyakit.

Karena itu, keberadaan septic tank yang layak harus dibarengi dengan layanan penyedotan dan pengolahan lumpur tinja yang aman.

Dalam hal ini, layanan penyedotan yang diselenggarakan melalui UPT Pengelolaan Air Limbah Domestik Kota Samarinda dinilai memiliki peran penting untuk memastikan lumpur tinja dikumpulkan, diangkut dan diolah sesuai ketentuan.

DPUPR Dukung Edukasi Sanitasi

Plt Kepala DPUPR Kota Samarinda Hendra Kusuma, ST., MT., yang hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi terhadap KKN Riset UWGM yang mengangkat isu pengelolaan lumpur tinja.

Menurut Hendra, edukasi tersebut penting karena pengelolaan air limbah domestik merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pekerjaan umum.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan air limbah domestik yang juga menjadi bagian dari SPM Bidang Pekerjaan Umum,” terang Hendra.

Hendra menilai meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan penyedotan secara berkala akan berdampak langsung terhadap kebermanfaatan dan keberlanjutan layanan pengolahan lumpur tinja di Samarinda.

Semakin banyak masyarakat menggunakan layanan penyedotan secara berkala, semakin besar pula peluang peningkatan akses masyarakat terhadap sanitasi yang aman.

Mahasiswa Turun ke Persoalan Perkotaan

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari KKN Riset UWGM 2026 yang melibatkan lima mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UWGM dan seorang dosen pembimbing lapangan.

Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam memberikan edukasi terkait kesehatan lingkungan, khususnya pengelolaan air limbah domestik dan lumpur tinja.

Kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat berlanjut melalui penelitian, edukasi, pengabdian kepada masyarakat hingga pengembangan inovasi tata kelola layanan sanitasi.

Pengelolaan lumpur tinja pada akhirnya bukan sekadar persoalan kebersihan. Sanitasi yang aman berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan dan perlindungan kesehatan masyarakat.

Melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat, Samarinda didorong untuk memperkuat tata kelola sanitasi menuju kota yang sehat, nyaman, berkelanjutan dan kolaboratif.
(*)
Editor : TW

You may also like