Home DaerahKota Samarinda12 Pelajar Terindikasi Narkoba, BNNK Samarinda Desak Sekolah Perkuat Benteng dari Dalam

12 Pelajar Terindikasi Narkoba, BNNK Samarinda Desak Sekolah Perkuat Benteng dari Dalam

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara.id – Ancaman narkoba di kalangan pelajar Samarinda kembali menjadi sorotan. Bukan sekadar penindakan setelah terjadi penyalahgunaan, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Samarinda mendorong sekolah membangun sistem pencegahan sejak dari lingkungan pendidikan.

Dorongan itu diwujudkan melalui rencana penerapan IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkotika) di sekolah-sekolah.

Program tersebut kembali mengemuka setelah BNNK Samarinda menangani 12 pelajar yang terindikasi menggunakan narkoba. Seluruhnya telah menjalani asesmen untuk menentukan bentuk penanganan yang sesuai.

Kasubbag Umum BNNK Samarinda, Firdaus Christyoadi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi IV DPRD Samarinda, Dinas Pendidikan serta DP2PA Samarinda agar IKAN dapat segera direalisasikan.

Menurut Firdaus, gagasan integrasi kurikulum anti narkotika tersebut sebenarnya telah didorong sekitar dua tahun terakhir. Namun hingga kini belum sepenuhnya terealisasi.

“Dari Komisi IV kemarin mendukung dan menjadikan program ini sebagai prioritas agar segera berjalan,” ujar Firdaus, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, pendidikan tentang bahaya narkoba tidak cukup hanya diberikan melalui sosialisasi sesekali. Materi pencegahan perlu menjadi bagian dari proses pembelajaran sehingga siswa memperoleh pemahaman secara berkelanjutan.

Bukan Sekadar Sosialisasi

BNNK Samarinda juga mendorong adanya penguatan deteksi dini di lingkungan sekolah.

Saat ini sudah terdapat sekolah yang mensyaratkan calon peserta didik melampirkan surat keterangan pemeriksaan narkotika. Namun, menurut Firdaus, langkah tersebut perlu dikembangkan menjadi mekanisme pencegahan yang dilakukan secara berkala.

“Sebaiknya pemeriksaan secara uji petik pada waktu tertentu di lingkungan sekolah, sebagai langkah pencegahan sekaligus memastikan pelajar terbebas dari penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Ia menilai pemeriksaan secara uji petik dapat menjadi salah satu instrumen deteksi dini, tentunya dengan pelaksanaan yang terukur dan memperhatikan pendekatan perlindungan terhadap anak.

12 Pelajar Jalani Asesmen

Sementara itu, terhadap 12 pelajar yang terindikasi menggunakan narkoba, BNNK Samarinda telah melakukan asesmen.

Hasil asesmen merekomendasikan satu pelajar menjalani rehabilitasi rawat inap, sedangkan 11 pelajar lainnya menjalani rehabilitasi rawat jalan di BNNK Samarinda.

Kasus tersebut terungkap setelah pihak sekolah menemukan sejumlah pelajar menggunakan narkoba di sekitar belakang sekolah. Salah seorang pelajar bahkan mengalami kejang dan kemudian diperiksa oleh guru bimbingan konseling.

Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada BNNK Samarinda untuk mendapatkan penanganan.

BNNK memastikan penanganan terhadap para pelajar mengedepankan aspek pemulihan dan pendampingan. Pendekatan tersebut penting agar anak tidak hanya diberi stigma, tetapi mendapatkan kesempatan untuk menjalani rehabilitasi dan kembali melanjutkan pendidikan.

Dorong Studi Tiru ke Bangka Belitung

Untuk mempercepat penerapan IKAN, Komisi IV DPRD Samarinda disebut mendorong dilakukan studi tiru ke Bangka Belitung.

Langkah tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai penerapan integrasi kurikulum anti narkotika yang telah berjalan di daerah tersebut, sehingga Samarinda dapat mengadopsi pola yang sesuai dengan kebutuhan sekolah dan karakter pelajar setempat.

Di sisi lain, BNNK Samarinda masih menelusuri asal-usul barang yang digunakan para pelajar tersebut. Proses penyelidikan masih berlangsung sehingga informasi lebih jauh belum dapat disampaikan.

Bagi BNNK Samarinda, pencegahan harus dilakukan sebelum persoalan narkoba masuk lebih jauh ke lingkungan pendidikan.

“Dengan penerapan IKAN, edukasi bahaya narkoba diharapkan tidak hanya menjadi materi tambahan, tetapi menjadi bagian dari pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak,” pungkas Firdaus.(*)
Editor : TW

You may also like