Samarinda, VivaNusantara – Revitalisasi Pasar Pagi bukan sekadar proyek mempercantik gedung, melainkan ujian serius bagaimana pemerintah menjaga wajah baru pasar tanpa mengorbankan pedagang kecil. Namun pemerintah menegaskan, transformasi pasar tidak boleh menggeser jati dirinya sebagai ruang ekonomi kerakyatan.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Samarinda, Marnabas Patiroy, menekankan bahwa revitalisasi harus menyeimbangkan antara modernisasi fasilitas dengan kemampuan pedagang kecil menanggung biaya operasional.
“Kami tidak mau pasar rakyat berubah menjadi mall. Kalau pedagang kecil dipaksa menanggung biaya listrik besar-besaran, mereka akan kesulitan,” tegasnya, Rabu (24/9/2025).
Pemerintah, lanjutnya, hanya menyediakan fasilitas umum seperti lampu dan jaringan. Apabila kemudian terdapat pedagang yang ingin pasang AC atau kulkas, maka menjadi tanggung jawab pribadi.
Selain itu, revitalisasi pasar juga menyentuh aspek penataan kios. Pemerintah berjanji menerapkan mekanisme transparan melalui tahapan sosialisasi dan pengundian nomor kios.
“Setelah sosialisasi selesai, akan ada undian. Pedagang yang mendapat nomor baru bisa menempati kios. Kami pastikan prosesnya fair, tanpa ada yang diistimewakan,” jelasnya.
Untuk detail para pedagang Pasar Pagi, disampaikannya, berjumlah 2.687 orang. Dari total itu, sekitar 2.500 pedagang masih aktif berjualan, yang juga memiliki Surat Keterangan Tempat Usaha Berdagang (SKTUB). Dengan basis data by name by address yang dimiliki, peluang praktik jual-beli lapak secara instan dengan imbalan uang dipastikan tertutup.
“Tidak ada lagi cerita orang tiba-tiba bisa dapat lapak hanya karena memberi uang. Kalau ada yang mencoba, bisa dipastikan dia sendiri yang akan rugi,” tegas Marnabas.
Nurul, pedagang baju yang sudah berjualan sejak 2007 dan memiliki SKTUB, mengungkapkan kebingungannya terkait realisasi sosialisasi yang dijanjikan pemerintah. Sebab hingga kini belum ada informasi terbaru yang ia terima.
Ia menuturkan sebelumnya memiliki dua petak lapak dan hanya mendengar rencana adanya sosialisasi serta pengundian nomor kios, tetapi hingga kini belum ada informasi resmi mengenai kapan kegiatan tersebut akan dilakukan.
“Nanti ada sosialisasi dan pengundian katanya, tapi belum ada diinfokan kapan. Kami nunggu-nunggu kapan realisasinya,” tutupnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa