Samarinda, VivaNusantara – Kesenjangan digital masih jadi tantangan utama di Kalimantan Timur. Ratusan desa belum terhubung internet, sementara di sejumlah titik yang sudah terpasang pun muncul masalah pemanfaatan, dari keterbatasan listrik hingga penggunaan yang kurang produktif. Hingga kini, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim mencatat baru 414 dari 841 desa yang terhubung layanan internet.
Namun Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menargetkan, seluruh desa akan terhubung pada 2025–2026, dengan jaminan biaya langganan hingga 2029. Faisal menjelaskan bahwa desa-desa terpencil akan menggunakan satelit Starlink dengan dukungan panel surya.
“Kita sengaja desa yang agak jauh dipasangkan di perubahan atau di anggaran murni karena pasti ada tambahan untuk tenaga surya. Kalau pakai kabel jelas tidak mungkin,” bebernya, di Kantor Diskominfo Kaltim, Jumat (29/8/2025).
Telkom diproyeksikan menjadi mitra resmi melalui jalur reseller, mengingat Starlink sebagai perusahaan asing tidak bisa langsung menjual layanan di Indonesia.
Pemprov menyiapkan sekitar Rp12,5 miliar untuk membiayai pemasangan internet dan biaya langganan hingga akhir tahun.
Satu desa akan mendapat satu titik akses dengan kecepatan berbeda-beda, mulai 50 Mbps (Icon+) hingga 200 Mbps (Telkomsel). Faisal mengakui bahwa masalah terbesar bukan sekadar teknis pemasangan, melainkan pemanfaatan pascaaktifasi.
“Percepatan transformasi digital harus diimbangi dengan percepatan literasi digital. Jangan sampai Wi-Fi desa hanya dipakai main game atau hal yang tidak produktif,” tegasnya.
Rencana Pemprov tidak berhenti di instalasi. Diskominfo berambisi membangun Creative Hub Village, di sejumlah desa, lengkap dengan perangkat multimedia dan pelatihan digital marketing.
“Kami ingin internet desa menjadi pintu masuk desa wisata, UMKM digital, sampai pengelolaan keuangan kreatif,” ujar Faisal.
Di sisi lain, Faisal sendiri mencontohkan kasus di Amazon, di mana internet satelit justru dipenuhi konten judi online dan pornografi.
“Jangan sampai kita pasang, kita bayar sampai 2029, tapi dampaknya nihil,” tandasnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa