Samarinda, VivaNusantara – Akses internet yang belum merata masih menjadi keluhan utama warga desa di Kalimantan Timur. Di tengah kebutuhan digital yang terus meningkat, program internet desa yang dijanjikan Pemprov Kaltim perlahan mulai terlihat pergerakannya.
Salah satu penyedia layanan, Telkomsel, telah menyelesaikan pemasangan 33 titik akses internet dari total ratusan lokasi yang direncanakan. Account Manager Telkomsel wilayah Kaltim, Bonita Losparingi, menjelaskan bahwa pemasangan dilakukan secara bertahap.
“Kita parsial. Pertama pasang Indihome, baru dilanjutkan ke Orbit. Untuk yang Indihome sudah selesai, Orbit targetnya rampung sekitar pertengahan September, mungkin dua minggu lagi,” ujarnya, di Kantor Diskominfo Kaltim, Jumat (29/8/2025).
Adapun layanan Indihome berbasis fiber optik memiliki kapasitas hingga 200 Mbps dan dapat melayani 64 perangkat sekaligus dalam satu desa. Sementara Orbit, yang menggunakan jaringan GSM Telkomsel, menyediakan kecepatan hingga 30 Mbps per pengguna, dengan jangkauan yang fleksibel selama sinyal tersedia Telkomsel.
Dari sisi biaya, Bonita memaparkan sekitar harga layanan jika diterapkan secara mandiri. “Kalau data penjualan rumah mulai Rp800 ribu sampai Rp1,5 juta per bulan.Untuk layanan Orbit lebih terjangkau dibandingkan fiber optik,” jelasnya.
Ia menegaskan program internet desa Kaltim adalah proyek percontohan yang mencakup provinsi pertama di Indonesia. “Di Jawa, cakupannya masih kabupaten atau kota. Pemerintah lain sekarang banyak yang belajar dari Kaltim,” tambahnya.
Kontribusi sektor pemerintahan terhadap bisnis Telkomsel, menurut Bonita, cukup signifikan. “Untuk pendapatan tahun ini, sektor pemerintah termasuk program internet desa menyumbang sekitar 50 persen kontribusi terbesar,” sebutnya.
Terkait kebisingan jaringan, Telkomsel menjamin perbaikan cepat jika terjadi gangguan. “Kalau ada kendala sinyal, alarm langsung terdeteksi sampai ke direktur. Perbaikan biasanya tidak sampai satu jam,” tutup Bonita.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa