Home DaerahKota SamarindaSamarinda Menguat di Panggung Nasional: Menuju Kota Maju, Ujian Baru Menanti

Samarinda Menguat di Panggung Nasional: Menuju Kota Maju, Ujian Baru Menanti

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Di tengah peta persaingan daerah yang kian ketat, Samarinda mencatat lompatan signifikan. Dalam rilis resmi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional, Samarinda menempati peringkat ketiga kota paling kompetitif di luar Pulau Jawa—dan bertengger di posisi ketujuh secara nasional.

Capaian ini menempatkan Samarinda sejajar dengan kota-kota besar seperti Medan dan Banjarmasin, sekaligus menjadi satu-satunya representasi Kalimantan Timur di papan atas nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun bersama Wakil Wali Kota Saefudin Zuhri, skor 4,32 bukan sekadar angka—ia adalah refleksi dari arah kebijakan dan efektivitas pembangunan yang mulai terbaca hasilnya.

Namun, di balik capaian ini, ada catatan penting. IDSD bukan sekadar penghargaan, melainkan cermin. Disusun oleh BRIN menggunakan data lintas kementerian dan lembaga, indeks ini mengukur daya saing berbasis 12 pilar pembangunan—dari infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga inovasi dan lingkungan. Tanpa survei lapangan, seluruh penilaian bertumpu pada data resmi negara. Artinya, kekuatan sekaligus kelemahannya ada pada kualitas data itu sendiri.

Pendekatan ini mengadopsi kerangka Global Competitiveness Index dari World Economic Forum, tetapi disesuaikan dengan konteks nasional. Untuk level kabupaten/kota, sekitar 50 indikator menjadi fondasi penilaian—cukup untuk memberi gambaran, namun belum tentu menangkap seluruh realitas di lapangan.

Di titik ini, capaian Samarinda layak diapresiasi, tapi tidak boleh membuat lengah. Status sebagai kota dengan daya saing tinggi harus diuji dalam praktik: apakah pertumbuhan benar-benar inklusif? Apakah pelayanan publik sudah merata? Atau justru masih menyisakan ketimpangan yang tak terbaca dalam angka?

Dengan kedekatan geografis terhadap kawasan Ibu Kota Nusantara, posisi Samarinda sebagai simpul pertumbuhan semakin strategis. Tapi peluang selalu datang beriringan dengan tekanan. Tanpa konsistensi kebijakan dan penguatan sektor unggulan, peringkat hanya akan menjadi catatan sesaat.

VivaNusantara mencatat, ini bukan garis finis. Ini titik uji berikutnya: apakah Samarinda mampu menjaga ritme, atau justru tertinggal saat kompetisi makin dalam.(*)
Editor : TW

You may also like