Samarinda, VivaNusantara – Dari Samarinda, Kalimantan Timur, Theo Nugraha membawa karya musik eksperimentalnya menembus jaringan noise internasional.
Sound artist asal Samarinda tersebut terlibat dalam album 4-way split bertajuk “Prosthetic Reality”, rilisan label independen asal Zaragoza, Spanyol, Drama Recorder, bersama sejumlah nama dari skena musik ekstrem dunia, termasuk Iggor Cavalera, mantan drummer dan salah satu pendiri band metal Brasil, Sepultura.

Album tersebut resmi dirilis pada 31 Agustus 2026 dan mempertemukan Black Leather Jesus dari Amerika Serikat, Incapacitants dari Jepang, Iggor Cavalera, serta proyek Theo Nugraha + Savage Doctrine.

Bagi Samarinda, keterlibatan Theo menjadi menarik karena karya yang lahir dari skena musik independen di Kalimantan Timur kini hadir dalam satu rilisan internasional bersama musisi dan kolektif dari sejumlah negara.
Berawal dari Samarinda

Theo Nugraha dikenal sebagai seniman, produser, dan penggerak skena musik eksperimental. Dalam profil musiknya, Theo menyebut dirinya lahir di Samarinda dan telah aktif di skena musik eksperimental Indonesia sejak 2013. Ia juga tercatat sebagai salah satu pionir skena noise di Samarinda.
Jejak tersebut kemudian berkembang melalui jaringan kolaborasi lintas negara.
Dalam “Prosthetic Reality”, Theo tampil bersama Savage Doctrine melalui karya “Distortion Storm” berdurasi delapan menit.
Materi tersebut memanfaatkan elektronik dan field recording yang dikerjakan Theo Nugraha. Proses electronic and layered sound mix, komposisi, rekaman, hingga mixing dan mastering melibatkan Savage Doctrine.
Dengan demikian, nama Samarinda tidak hanya menjadi tempat asal sang seniman, tetapi menjadi bagian dari perjalanan karya yang masuk ke jaringan distribusi musik eksperimental internasional.
Satu Rilisan dengan Iggor Cavalera
Nama Iggor Cavalera menjadi salah satu daya tarik utama dalam album tersebut.
Iggor menyumbangkan karya “Present to be Absent” berdurasi 10 menit 53 detik. Materi tersebut direkam di London pada Februari 2026 dan kemudian melalui proses mixing serta mastering.
Di sisi lain, Theo hadir dalam rilisan yang sama melalui “Distortion Storm” bersama Savage Doctrine.
Media nasional Medcom juga mencatat keterlibatan Theo sebagai kolaborasi lintas negara dengan Iggor Cavalera, Incapacitants, dan Black Leather Jesus.
Karya Samarinda Hadir dalam Format Fisik
“Prosthetic Reality” tidak hanya dirilis dalam format digital. Drama Recorder menerbitkannya dalam format fisik berupa vinyl 12 inci 180 gram edisi 100 kopi serta kaset C-40 Ferro handmade edisi 50 kopi.
Yang juga menarik, desain artwork album tersebut dikerjakan langsung oleh Theo Nugraha. Kredit resmi rilisan mencatat Theo sebagai salah satu produser bersama Antonio Drama sekaligus perancang artwork sampul.
Rilisan tersebut menempatkan karya dari Samarinda dalam satu katalog bersama nama-nama yang berasal dari Amerika Serikat, Jepang, Brasil/Inggris, dan Spanyol.
Dari Kota Tepian ke Jaringan Global
Perjalanan Theo menunjukkan jalur berbeda dalam memperkenalkan karya seni dari Samarinda.
Tanpa harus berada di pusat industri musik nasional, karya eksperimental yang tumbuh dari jaringan independen di Kota Tepian dapat terkoneksi dengan komunitas musik di berbagai negara.
Profil Bandcamp Theo mencatat hampir 300 rilisan dalam diskografinya serta berbagai kolaborasi dengan seniman musik eksperimental dari luar negeri. Di antaranya terdapat kolaborasi dengan KEN UENO, Sascha Müller, Mike Cooper, Kasper T. Toeplitz dan sejumlah nama lain.
Kini, melalui “Prosthetic Reality”, satu lagi karya yang berangkat dari Samarinda masuk ke katalog musik eksperimental internasional.
“Prosthetic Reality” tersedia melalui kanal Drama Recorder di Bandcamp dalam format digital, vinyl dan kaset edisi terbatas.(*/Vn)
Editor : Tw