Home DaerahKota SamarindaVivaNusantara.id Raih Penghargaan Media Peduli K3 dari Pemprov Kaltim

VivaNusantara.id Raih Penghargaan Media Peduli K3 dari Pemprov Kaltim

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) memberikan apresiasi kepada sejumlah perusahaan dan media massa yang dinilai berperan aktif dalam penerapan serta kampanye keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah PT Tria Media Nusantara Investama, pengelola VivaNusantara.id, yang dianggap konsisten mengangkat isu-isu penting terkait budaya keselamatan kerja melalui pemberitaan dan kampanye publik.

Pimpinan Redaksi VivaNusantara.id, Tri Wahyuni saat menerima Penghargaan Media Peduli K3 yang diserahkan langsung oleh Kepala Disnakertrans Provinsi Kaltim, Rozani Erawadi didampingi Plt Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Kalimantan Timur, Dedy Nugroho. (Foto: Ali)

Kepala Disnakertrans Kaltim Rozani Erawadi mengatakan, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah kepada pihak-pihak yang berkomitmen menjalankan norma K3 secara berkelanjutan, sejalan dengan peringatan Bulan K3 Nasional.

“Setiap tahun kami memberikan penghargaan Zero Accident, TB-HIV/AIDS, dan Perusahaan Peduli K3. Harapannya, penghargaan ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh perusahaan untuk terus meningkatkan penerapan K3,” ujar Rozani di sela-sela agenda Penganugerahan Penghargaan Keselamatan, dan Kesehatan Kerja di Convention Hall Samarinda, (11/11/2025).

Tahun ini, kata Rozani, terdapat sekitar 300 perusahaan dari total 36 ribu yang berhasil meraih penghargaan atau sekitar 0,83 persen dari jumlah perusahaan terdaftar. Meski kecil, tingkat partisipasi dinilai terus meningkat dari tahun ke tahun, menandakan kesadaran yang tumbuh terhadap pentingnya keselamatan kerja.

Ia juga menyampaikan pesan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, bahwa penerapan K3 tidak boleh hanya menjadi formalitas semata.

“Semua laporan harus jujur dan faktual. Jangan sampai karena mengejar penghargaan, justru ada hal penting yang ditutupi. Risiko K3 itu menyangkut nyawa manusia,” tegasnya.

Selain sektor pertambangan, penggalian, dan perkebunan yang mendominasi penerima penghargaan, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada media yang aktif menyuarakan nilai-nilai keselamatan kerja.
Beberapa media yang menerima penghargaan tersebut antara lain HabarBangsa.com, VivaBorneo.id, VivaNusantara.id, dan Kaltimes.com.

“Peran media sangat strategis dalam mengedukasi publik. Kampanye K3 melalui media menjadi contoh positif karena mampu menggugah kesadaran banyak pihak akan pentingnya keselamatan di tempat kerja,” tambah Rozani.

Terkait masih terbatasnya jumlah pengawas ketenagakerjaan di Kaltim, Rozani mengungkapkan bahwa Pemprov telah mengusulkan 120 formasi ke Kementerian Ketenagakerjaan dan mendapat tambahan 10 formasi baru tahun ini.

Ia berharap proses rekrutmen dan pelatihan dasar bagi para pengawas segera terealisasi agar pengawasan di lapangan semakin optimal.

“Keberhasilan K3 tidak hanya bergantung pada regulasi atau pengawasan, tetapi pada kesadaran individu di lingkungan kerja. Ketika pekerja selamat dan produktif, otomatis kinerja dan omzet perusahaan ikut meningkat,” pungkasnya.

Penulis: Intan
Editor: TW

You may also like