Home DaerahKota SamarindaPerdana Menyantap MBG, SDN 002 Samarinda Lakukan Antisipasi Pendataan Siswa yang Alergi

Perdana Menyantap MBG, SDN 002 Samarinda Lakukan Antisipasi Pendataan Siswa yang Alergi

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Pelaksanaan perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 002 Samarinda Kota berlangsung lancar. Meski sempat diwarnai sejumlah penyesuaian teknis, pihak sekolah memastikan seluruh siswa menerima jatah makan sesuai ketentuan, termasuk bagi mereka yang memiliki alergi makanan tertentu.

Kepala SDN 002 Samarinda Kota, Suraji, menjelaskan tiga hari sebelum pelaksanaan, pihaknya sudah melakukan pendataan siswa dan identifikasi anak dengan alergi makanan. Dari total 532 siswa, pihak sekolah mencatat beberapa yang membutuhkan perlakuan khusus dalam penyajian menu.

“Kami sudah antisipasi sejak awal agar anak-anak dengan alergi tetap bisa makan bersama teman-temannya,” ujar Suraji, Senin (10/11/2025).

Ia menyebut, makanan yang tidak dapat dikonsumsi oleh siswa tertentu dikemas terpisah untuk menghindari kontaminasi silang, sementara siswa bersangkutan mendapat menu pengganti agar tetap bisa berpartisipasi dalam kegiatan makan bersama. “Misalnya ada yang tidak bisa makan telur, ya kami ganti dengan menu lain. Prinsipnya, tidak ada anak yang terlewat,” tegasnya.

Pelaksanaan MBG di sekolah tersebut juga diatur secara bertahap. Pihak sekolah membagi jadwal makan menjadi dua sesi, kelas pagi dan kelas siang, agar distribusi lebih tertib dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Makanan dikirim sekitar pukul 09.00 Wita dan ditempatkan di ruang UKS sebelum dibagikan sesuai jadwal istirahat. “Kelas 1 dan 2 makan di jam istirahat pertama, sementara kelas lainnya menyusul hingga siang. Shift kedua untuk kelas siang dimulai pukul 13.00,” terangnya.

Selain berfokus pada aspek gizi, Suraji menilai pelaksanaan MBG turut memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Pasalnya, penyediaan makanan di SDN 002 Samarinda Kota berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bugis yang melibatkan katering dan pemasok bahan baku di sekitar Samarinda.

“Program ini bukan hanya soal makan bergizi, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Ia berharap, ke depan pelaksanaan MBG semakin matang baik dari sisi distribusi, pengawasan kualitas pangan, maupun kolaborasi antar pihak. “Kami ingin program ini tidak hanya berjalan baik di awal, tapi terus berkembang agar benar-benar berdampak bagi peningkatan gizi dan kecerdasan anak,” tutup Suraji.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like