Samarinda, VivaNusantara — Pemkot Samarinda mengambil langkah tegas mengubah pola pembayaran parkir di Pasar Pagi. Seluruh transaksi kini hanya bisa dilakukan dengan kartu uang elektronik, memaksa pengendara meninggalkan metode pembayaran yang selama ini paling umum digunakan: uang tunai dan QRIS.
Kebijakan ini langsung mengubah pengalaman masuk-keluar area parkir. Pengendara diwajibkan melakukan tap in–tap out di gate otomatis yang mulai dipasang di setiap titik. Modelnya mirip pusat perbelanjaan, namun diterapkan di salah satu kawasan perdagangan tradisional terbesar di kota.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan langkah tersebut adalah bagian dari penataan ulang sistem parkir. “Semua masyarakat wajib menggunakan kartu uang elektronik. Kami menerapkan sistem ini agar tidak ada lagi transaksi manual dan tidak membutuhkan SDM khusus untuk melakukan pemungutan,” ujar Manalu, Rabu (3/12/2025).
Ia menegaskan, petugas parkir yang tetap ditempatkan di lapangan hanya bertugas mengatur arus kendaraan dan memastikan lalu lintas tetap tertib. Mereka tidak lagi melakukan penarikan biaya parkir dalam bentuk apa pun.
Menurutnya, pembayaran melalui QRIS dinilai masih membutuhkan operator tambahan yang bertugas memverifikasi transaksi. Sementara kartu elektronik lebih efisien karena proses pembayarannya berlangsung otomatis tanpa interaksi dengan petugas.
“Dengan sistem tap in – tap out memakai kartu, tidak diperlukan penjaga. Pengawasan bisa dilakukan secara remote,” jelas Manalu.
Tak hanya pengguna harian, para pedagang di kawasan Pasar Pagi pun diwajibkan mengikuti mekanisme pembayaran yang sama. Bahkan, bagi pedagang yang memarkir kendaraan sejak pagi hingga sore, Dishub akan menerapkan tarif progresif. Kebijakan ini disebut penting karena banyak pedagang yang datang diantar keluarga dan kerap memanfaatkan area parkir dalam waktu lama.
Manalu juga menanggapi kabar yang beredar di media sosial mengenai larangan pembayaran tunai dan QRIS. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut benar adanya dan merupakan kebijakan resmi Pemkot Samarinda, bukan sekadar rumor.
“Kami ingin menegaskan bahwa benar parkir di Pasar Pagi tidak menerima lagi pembayaran QRIS atau tunai. Ini untuk mengurangi kebutuhan SDM dan menekan potensi kebocoran pendapatan. Dengan sistem cashless penuh, seluruh transaksi tercatat otomatis,” pungkasnya.
Penulis: Ain
Editor: Lisa