Home DaerahKota SamarindaWaspada! Autoimun Lebih Banyak Menyerang Perempuan, Stres Emosional Diduga Jadi Pemicu

Waspada! Autoimun Lebih Banyak Menyerang Perempuan, Stres Emosional Diduga Jadi Pemicu

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Penyakit autoimun, kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh sendiri, tercatat lebih sering dialami perempuan dibandingkan laki-laki. Sejumlah riset medis menyebut faktor genetik, hormon, hingga lingkungan turut berpengaruh. Namun, pakar trauma dan kesehatan jiwa, Dr. Gabor Maté, menilai tekanan emosional juga bisa menjadi pemicu melemahnya pertahanan tubuh.

Dalam sebuah percakapan bersama Mel Robbins, Maté menguraikan banyak perempuan terbiasa menekan amarah, selalu mendahulukan orang lain, hingga memikul tanggung jawab berlapis. Pola ini, menurutnya, berisiko membuat tubuh hidup dalam stres kronis yang lama-kelamaan dapat mengganggu sistem imun.

“When you don’t know how to say no, your body will eventually say it for you,” tulis Maté dalam bukunya When the Body Says No. Ia menekankan, penekanan emosi, khususnya kemarahan, menjadi faktor risiko signifikan bagi berbagai penyakit.

Meski demikian, klaim populer yang menyebut “80 persen autoimun dialami perempuan karena memendam emosi” masih menuai perdebatan. Data epidemiologis memang menunjukkan dominasi perempuan pada kasus autoimun, namun angka 80 persen lebih banyak digunakan sebagai ilustrasi retoris daripada temuan medis yang pasti.

Penelitian lain menunjukkan bahwa stres berat, termasuk trauma masa kecil, memang berkorelasi dengan peningkatan risiko autoimun di masa dewasa. Akan tetapi, para ahli mengingatkan, penyakit ini tetap bersifat multifaktor dipengaruhi pula oleh genetik, hormon, hingga lingkungan.

Penulis: Intan
Editor: Lisa

You may also like