Home DaerahKota SamarindaAlice in Borderland Season 3: Pertaruhan Terakhir di Dunia yang Tak Pernah Usai

Alice in Borderland Season 3: Pertaruhan Terakhir di Dunia yang Tak Pernah Usai

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Tiga tahun setelah musim kedua meninggalkan penonton dalam kebingungan, Alice in Borderland akhirnya kembali dengan musim ketiganya di Netflix. Kali ini, bukan hanya sekadar kelanjutan permainan bertahan hidup, tetapi sebuah babak baru yang membawa Arisu dan Usagi pada ujian terberat: mempertaruhkan cinta, ingatan, dan hidup mereka di hadapan misteri kartu Joker.

Arisu dan Usagi sempat merasakan kehidupan normal setelah berhasil kembali ke dunia nyata. Mereka bahkan menjalani kehidupan rumah tangga, seolah mimpi buruk Borderland telah berakhir.

Namun, kedamaian itu runtuh saat Usagi diculik oleh Ryuji, seorang ilmuwan yang terobsesi pada alam kematian. Arisu pun terpaksa kembali ke Borderland, sebuah dunia yang sudah cukup menghantui, kini hadir dengan teka-teki baru melalui kartu Joker.

Kartu ini bukan hanya simbol, tetapi undangan menuju permainan yang jauh lebih berbahaya. Tidak lagi sekadar soal bertahan hidup, melainkan tentang melawan halusinasi, menghadapi trauma, dan menantang batas realitas.

Jika di musim-musim awal para pemain diuji melalui strategi dan fisik, maka musim ketiga menghadirkan konflik psikologis yang lebih pekat. Arisu harus berhadapan dengan dilema antara menyelamatkan Usagi atau kehilangan dirinya sendiri dalam lingkaran ilusi Borderland.

Rintangan kali ini bukan hanya permainan mematikan, tetapi juga godaan untuk menyerah. Bagaimana jika cinta justru menjadi kelemahan? Bagaimana jika kebenaran yang mereka kejar hanyalah tipuan lain dari Borderland?

Kento Yamazaki dan Tao Tsuchiya kembali sebagai Arisu dan Usagi, membawa chemistry yang semakin matang setelah perjalanan panjang keduanya. Beberapa wajah lama, seperti Ann dan Banda, juga akan kembali. Namun, kehadiran karakter baru seperti Ryuji (Kento Kaku) dan Tina Tamashiro memberi energi segar sekaligus memunculkan dinamika konflik yang lebih rumit.

Dunia Borderland kini digambarkan lebih surealis, kabur antara mimpi buruk dan kenyataan. Hal ini menegaskan bahwa season ketiga bukan sekadar hiburan survival, melainkan cermin psikologis yang mempertanyakan batas waras manusia.

Season ini membuka banyak pertanyaan besar:

– Siapa sebenarnya sosok di balik Joker card?
– Apakah Borderland hanyalah dunia transisi antara hidup dan mati
– Bisakah Arisu menyelamatkan Usagi tanpa kehilangan dirinya sendiri?
– Dan yang paling penting: apakah cinta cukup kuat untuk menjadi jalan keluar dari permainan terakhir ini?

Alice in Borderland musim ketiga akan tayang serentak di Netflix pada 25 September 2025. Semua episode langsung tersedia, memungkinkan penonton untuk “maraton” dalam satu waktu.

Bagi sebagian orang, ini hanyalah serial thriller Jepang. Namun bagi penggemar setianya, ini adalah penutup dari perjalanan panjang yang telah mengaduk emosi, rasa takut, kehilangan, harapan, dan kini, pertaruhan terakhir di hadapan Joker.

Alice in Borderland, Season 3 berpotensi menjadi salah satu tontonan paling berkesan di tahun 2025. Kartu sudah dibagikan. Kini giliran penonton menebak: siapa yang akan menghadap Joker hingga akhir?

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like