Home NasionalKalimantanLongsor Diduga Telan Korban di Samarinda, BPBD: Kami Masih Lakukan Koordinasi Intensif

Longsor Diduga Telan Korban di Samarinda, BPBD: Kami Masih Lakukan Koordinasi Intensif

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara — Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak pukul 04.30 Wita pagi ini memicu banjir dan tanah longsor di berbagai titik. Berdasarkan laporan resmi BPBD Kota Samarinda, sedikitnya 26 lokasi dilaporkan tergenang, sementara empat titik longsor tercatat menimbulkan kerusakan serius.

Yang paling mengkhawatirkan, sebuah rumah di kawasan Jl. Belimau Lempake RT 22 dilaporkan tertimpa material longsor. Diduga, empat orang penghuni rumah tertimbun reruntuhan. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan upaya evakuasi di lokasi.

Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan koordinasi intensif dengan berbagai unsur terkait untuk percepatan penanganan.

“Kami masih terus melakukan koordinasi di lapangan, baik dengan tim evakuasi, relawan, maupun instansi teknis lainnya. Dugaan sementara memang ada empat orang yang tertimbun akibat longsor di kawasan Belimau,” ujar Suwarso.

Genangan banjir turut melanda jalan-jalan utama seperti Flyover Juanda, Jl. Antasari, Jl. D.I. Panjaitan, hingga kawasan poros menuju Bandara APT Pranoto. Ketinggian air bervariasi antara 35 hingga 80 sentimeter, menyebabkan gangguan lalu lintas dan aktivitas warga.

Tak hanya itu, sejumlah fasilitas umum ikut terdampak. Sekolah-sekolah seperti SMPN 24 Kelurahan Bukit Pinang dan SDN 019 Sungai Siring dilaporkan tergenang. Sementara itu, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Jl. Mugirejo, tepatnya di tanjakan Lubuk Sawah.

BPBD Kota Samarinda mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir.

Petugas yang berjaga di Posko Pusdalops antara lain Ari Wira Satriaji dan Ahmad Nur Alpandi, yang memastikan pelaporan dan koordinasi berjalan selama kejadian berlangsung.

Penulis: Intan
Editor : Lisa

You may also like