Home NasionalKalimantanTerowongan Hampir Beres, Pemkot Harapkan Bantuan Pelebaran Jalan dari Pemprov Kaltim

Terowongan Hampir Beres, Pemkot Harapkan Bantuan Pelebaran Jalan dari Pemprov Kaltim

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Kemacetan kronis di kawasan Gunung Manggah dan Jalan Otto Iskandardinata mendorong Pemkot Samarinda mencari terobosan baru. Setelah melalui berbagai kajian, pilihan akhirnya jatuh pada pembangunan terowongan daripada harus membangun jalan layang yang membutuhkan anggaran besar.

Proyek Terowongan Sultan Alimuddin-Kakap ini diharapkan mampu mengurai simpul macet yang selama puluhan tahun jadi keluhan warga. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyebut ide ini lahir dari keprihatinan atas seringnya kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut.

“Terowongan ini solusi realistis dan hemat. Dibanding jalan layang yang bisa habiskan Rp 750 miliar, terowongan cukup Rp 400 miliar,” kata Andi Harun.

Selain soal anggaran, ia juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan. Proyek ini dirancang tanpa membongkar bukit dan tetap memperhatikan kontur alam sekitar.

Saat ini progres fisik sudah 98 persen, menyisakan finishing pengecoran dan penataan akses keluar masuk. Pemkot Samarinda juga sedang menjajaki izin pelebaran jalan di sekitar RS Atma Husada Mahakam untuk menunjang konektivitas.

“Komisioning kami targetkan Juni 2025. Setelah itu, tinggal diuji coba efektivitasnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemprov Kaltim juga merencanakan pembangunan Coastal Road sebagai alternatif tambahan untuk mengurangi beban lalu lintas di Jalan Otto Iskandardinata. Menanggapi rencana itu, Andi Harun menyambut baik, namun berharap pelibatan aktif Pemkot dalam perencanaan.

“Niatnya tentu baik, tapi kami harapkan ada komunikasi sejak awal karena lokasinya bersinggungan langsung dengan masyarakat Kota Samarinda,” kata Andi Harun.

Ia menyoroti pentingnya kajian sosial dan lingkungan, apalagi proyek tersebut bisa berdampak pada aktivitas nelayan dan pemukiman warga Selili.

“Seperti halnya dulu saat terowongan juga sempat menuai pro dan kontra, coastal road pun perlu dibahas matang. Kalau bisa, kami dilibatkan dari awal agar tahu di mana posisi pemkot bisa berkontribusi,” ucapnya.

Terowongan ini dirancang sepanjang 700 meter, satu arah dengan dua lajur, memungkinkan truk besar melintas. Namun, skema lalu lintasnya masih menunggu hasil analisis dari Dinas Perhubungan. Sekretaris Dinas PUPR Samarinda, Neneng Chamilia Santi, menyebut pengujian struktur dilakukan bertahap.

“Uji akhir akan dimulai setelah seluruh konstruksi selesai,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa proses pengecoran lining segmen terakhir menjadi bagian paling krusial dalam tahap penyelesaian.

“Kami pastikan kualitas struktur tetap jadi prioritas utama agar terowongan benar-benar aman digunakan,” pungkas Neneng.

Editor: Lisa

You may also like