Samarinda, VivaNusantara – Harapan masyarakat terhadap bangkitnya kembali geliat otomotif di Samarinda kembali menyeruak, terutama menyangkut nasib Sirkuit Kalan di Jalan Cipto Mangunkusumo. Sirkuit yang dulunya sempat jadi kebanggaan daerah saat digunakan dalam ajang PON XVII 2008, kini kondisinya memprihatinkan dan hampir tak tersentuh perhatian serius sejak itu.
Beberapa pegiat balap motor menilai sirkuit ini masih punya potensi besar untuk dikembangkan kembali. Namun akses masuk yang rusak parah menjadi hambatan utama. Jalur menuju sirkuit hanya menyisakan satu lajur yang layak dilalui, padahal dulunya bisa dilintasi dua arah. Kondisi ini tak hanya menyulitkan, tapi juga berbahaya bagi pengguna jalan.
Padahal, atlet balap motor asal Samarinda baru saja menyumbangkan prestasi membanggakan dengan meraih medali emas di PON 2024 lalu. Sayangnya, pencapaian ini belum dibarengi dengan fasilitas latihan yang layak di daerah sendiri.
Usai melakukan kunjungan ke lapangan pada Jumat (18/4/2025), Wali Kota Samarinda Andi Harun mengakui buruknya kondisi jalan menuju sirkuit dan menjanjikan perbaikannya akan dilaksanakan tahun ini oleh Dinas PUPR.
Tak hanya soal jalan, perhatian terhadap kondisi fisik fasilitas sirkuit juga mulai digulirkan. Pemerintah disebut telah meminta Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda untuk segera menyusun rencana rehabilitasi.
“Diharapkan dalam kajiannya nanti juga bisa dimasukkan kemungkinan menambah lintasan motocross, karena di sekitar sirkuit masih ada lahan 15 hektare milik pemkot,” kata Andi Harun dalam keterangannya.
Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin, juga menyebut rencana revitalisasi sudah masuk agenda. Kejurda balap motor tingkat Kaltim direncanakan akan digelar di sirkuit ini, menjadikannya peluang besar untuk kembali menghidupkan geliat olahraga balap di Samarinda.
“Revitalisasi akan dimulai dari perbaikan jalan masuk hingga lintasan balapnya. Tahun ini kami targetkan anggarannya masuk,” ujar Muslimin, Rabu (23/4/2025).
Ia mengakui beberapa tahun terakhir memang sempat dilakukan pengecatan gedung dan perbaikan jalan, namun hasilnya tak maksimal. Tambal sulam yang dilakukan justru cepat rusak saat musim hujan datang.
“Sekarang satu-satunya akses yang bisa dilalui hanya dari arah Perumahan Grand Taman Sari, karena jalan utama baru akan ditangani tahun ini oleh dinas teknis,” pungkasnya.
Editor: Lisa