Samboja, VivaNusantara – Warga Kelurahan Argosari, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, dibuat resah setelah jalan desa mereka longsor sepanjang sekitar 100 meter pada Kamis (9/10/2025). Longsoran itu diduga kuat dipicu oleh aktivitas penambangan milik PT Singlurus Pratama, yang juga menyebabkan pipa PDAM melengkung dan mengganggu distribusi air bersih ke rumah-rumah warga.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, memastikan pihaknya telah turun langsung ke lokasi pada Sabtu (11/10/2025) untuk melakukan investigasi.
“Posisi jalan berada di atas lahan berlumpur atau rawa, sehingga sangat rentan terjadi longsor. Kegiatan tambang juga sangat dekat dengan permukiman warga,” jelas Bambang, Senin (13/10/2025).
Bambang menegaskan, ESDM Kaltim akan segera melakukan audit terhadap PT Singlurus Pratama karena lokasi tambang dinilai terlalu dekat dengan kawasan permukiman. Ia juga menyebut bahwa longsor tersebut telah menimbulkan kerugian daerah dan memutus akses antar-RT.
“Ini sudah kerugian daerah. Jalan sepanjang 100 meter longsor. Saya minta tim segera mengecek apakah kegiatan tambang ini sesuai dengan AMDAL dan rencana kerjanya,” tegasnya.
Ia menambahkan, Gubernur Kaltim telah memberikan instruksi agar proses perbaikan dilakukan secepatnya.
“Pak Gubernur minta segera diperbaiki. Jangan sampai alur transportasi warga dari RT 1 sampai RT 5 terputus. Saya minta maksimal satu minggu harus selesai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Teknik Tambang PT Singlurus Pratama, Junior, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak perusahaan berkomitmen memperbaiki seluruh kerusakan akibat aktivitas tambang.
“Saya mewakili manajemen dan seluruh karyawan, termasuk kontraktor, memohon maaf atas kesalahan teknis yang menyebabkan longsoran di area pit Agi 67. Kami berkomitmen menyelesaikan perbaikan jalan desa ini dalam waktu tujuh hari,” kata Junior.
Ia menambahkan, pipa PDAM yang sempat rusak telah diperbaiki dan kini kembali berfungsi. Perusahaan juga menghentikan sementara aktivitas tambang di sekitar lokasi longsor untuk membangun pondasi baru serta melakukan pengecoran jalan.
“Selain itu, akan dibuat bandwall di sekitar titik longsor guna mencegah kejadian serupa di masa depan,” pungkasnya.
Penulis: Ain
Editor: Lisa