Samarinda, VivaNusantara – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Timur kembali dilakukan pada Selasa (15/9/2026). Pesawat Cessna Caravan 208/PK-SNL dikerahkan untuk melakukan penyemaian awan di wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara.
Berdasarkan laporan operasi PT Milan Pillery Bersatu, penerbangan sorti pertama direncanakan berangkat dari AAP pada pukul 14.00 Wita dan kembali sekitar pukul 16.00 Wita. Pesawat membawa 1.000 kilogram bahan semai berupa natrium klorida (NaCl).

Pesawat Cessna Caravan 208/PK-SNL yang digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Kaltim melakukan penerbangan untuk penyemaian awan di wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara, Selasa (15/9/2026).
Foto : WAG ITS
Penerbangan tersebut diawaki Capt. Meilda sebagai pilot dan Joseph sebagai first officer. Sementara Flight Scientist yang bertugas adalah Arya dan Khairinisa.
Area penyemaian atau blocking area yang direncanakan mencakup radial 260–345 derajat dengan jarak 10–60 nautical mile dari AAP, dengan sasaran wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara. Ketinggian penerbangan untuk penyemaian direncanakan pada kisaran 8.000–10.000 kaki.
Dalam pelaksanaannya, laporan Flight Scientist menyebut penyemaian dilakukan pada radial 270–302 derajat dengan jarak sekitar 21–38 nautical mile dari AAP, tepatnya di wilayah udara Kutai Kartanegara.

Pesawat Cessna Caravan 208/PK-SNL yang digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Kaltim melakukan penerbangan untuk penyemaian awan di wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara, Selasa (15/9/2026).
Foto : WAG ITS
Penyemaian dilakukan pada ketinggian sekitar 11.000 kaki, menyasar awan jenis cumulus dan cumulus congestus. Awan yang menjadi sasaran diperkirakan memiliki puncak pada ketinggian 12.000–15.000 kaki dan dasar awan sekitar 6.000–7.000 kaki.
Selama proses penyemaian, angin bergerak dari arah barat daya dengan kecepatan sekitar 15 knot.
“Penerbangan dilakukan sesuai area rekomendasi supervisi,” demikian laporan Flight Scientist PT Milan Pillery Bersatu, Arya dan Khairinisa.
Operasi ini merupakan bagian dari OMC Kaltim yang dilaksanakan untuk mengoptimalkan kondisi atmosfer melalui penyemaian awan pada area yang dinilai memenuhi parameter untuk dilakukan intervensi.(*/VN)
Editor : TW