Home OpiniSamarinda Bukan Sekadar Ibukota Kaltim, Kini Kota Sehat Kelas Dunia

Samarinda Bukan Sekadar Ibukota Kaltim, Kini Kota Sehat Kelas Dunia

by Redaksi
0 comments

Catatan : Adji Sofyan Effendi (Dosen FEB Unmul dan Pengamat Ekonomi Kaltim)

Catat wal, Tanggal 1-3 September 2026 nanti, di Sydney Australia, nama Samarinda akan disebut.

Bukan karena tambang. bukan karena Mahakam. bukan karena banjir

Tapi karena Samarinda dinobatkan WHO sebagai Kota Sehat, Nyaman dan Berkelanjutan.

Ini kabar baik. Tapi mari kita rem sejenak euforianya.

Karena penghargaan ini bukan garis finish. Ini adalah garis start yang baru.

Di balik award ini ada kerja kolektif.

Ada Dinas Kesehatan kota Samarinda, yang menjaga Roadmap dan Milestone Kesehatan Kota Samarinda

Ada dokter, perawat dan bidan di Puskesmas yang bekerja 24 jam.

Ada petugas DLH yang bangun subuh pilah sampah dan menyapu jalanan.

Ada camat, lurah, RT Dasawisma yang gerakan Posyandu dan berbagai aktivitas dasawisma

Ada ASN Pemkot Samarinda yang begadang susun data, buat regulasi, dan turun ke lapangan.

Ada Wali Kota dan jajaran yang membuat kebijakan. Tapi kebijakan tanpa eksekutor di bawah akan jadi wacana.
Dan eksekutor tanpa dukungan warga juga akan mentok. Jadi ini kemenangan kita semua. Pemerintah + Masyarakat

Mendapat penghargaan Itu Gampang. Tapi Mempertahankannya Itu Ujian.

WHO kasih award karena kita sudah memenuhi standar: lingkungan bersih, ruang terbuka hijau bertambah, akses kesehatan merata, kota ramah pejalan kaki.

Tapi pertanyaan paling penting setelah Sydney adalah: Bagaimana kita jaga?
Menjaga agar sungai Mahakam tidak kembali tercemar dengan sampah plastik.

Menjaga agar taman kota tidak jadi tempat parkir dan pedagang kaki lima liar

Menjaga agar kita tidak buang sampah sembarangan setelah petugasnya lewat.

Menjaga agar konsumsi gula, rokok, dan junk food anak-anak kita bisa kita rem bersama.

Award ini adalah himbauan.

Himbauan dari dunia ke warga Samarinda: “Kalian sudah bagus. Sekarang buktikan kalian bisa lebih bagus lagi.”

Karena kota sehat bukan yang paling banyak rumah sakitnya. Tapi kota yang warganya paling sedikit ke rumah sakit.

Kota nyaman bukan yang paling banyak mall nya. Tapi kota yang orang tuanya tenang melepas anaknya main di taman.

Kota berkelanjutan bukan yang proyeknya paling megah. Tapi kota yang anak cucu kita 20 tahun lagi masih bisa minum air dari kerannya.

Pesan dari Sydney untuk Samarinda: Di usia 81 tahun Indonesia, Samarinda memberi contoh.
Bahwa membangun kota itu bukan lomba cepat-cepatan. Tapi lomba konsisten.

Maka selamat untuk seluruh warga Samarinda. Selamat untuk seluruh jajaran Pemkot Samarinda.

Tugas kita belum selesai Tapi Baru dimulai.

Mari kita jaga award ini. Bukan untuk plakat. Tapi untuk anak-anak kita.

Karena kota yang hebat adalah kota yang diwariskan, bukan yang dihabiskan. yuk kita mulai dari diri sendiri, keluarga dan tetangga kamu..!!

You may also like