Home DaerahKota Samarinda88 Tim Paskibra Adu Gagah di Ajang LPK2B Mortal Kombat SMAN 16 Samarinda

88 Tim Paskibra Adu Gagah di Ajang LPK2B Mortal Kombat SMAN 16 Samarinda

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Lapangan SMA Negeri 16 Samarinda berubah menjadi arena disiplin dan kebanggaan. Bukan festival musik, bukan pula acara seremonial tahunan, melainkan parade langkah tegap dan teriakan komando yang membentuk harmoni.

Di balik suara sepatu yang menapak serempak itu, ada semangat generasi muda yang sedang belajar tentang makna tanggung jawab, kerja sama, dan harga diri. Kegiatan bertajuk “Mortal Kombat: Moralitas dan Keterampilan dalam Kombinasi Hebat” ini digagas oleh organisasi Paskibra SMAN 16 Samarinda sebagai bagian dari peringatan ulang tahun sekolah ke-20.

Namun, di balik nama yang terdengar kompetitif itu, lomba LPK2B (Lomba Peraturan Keterampilan dan Kreativitas Baris-Berbaris) ini justru mengandung pesan moral yang kuat, bahwa disiplin dan etika masih relevan di tengah generasi yang serba cepat dan digital. Sebanyak 88 tim dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, ikut ambil bagian dari Penajam Paser Utara, Balikpapan, Tenggarong, Muara Jawa, hingga Sangatta Utara.

Barisan siswa SD hingga purna paskibra tampil bergantian, menampilkan kekompakan dan kreativitas dalam gerakan yang serba presisi. Ketua Panitia, Putri Ramadhani menyebut bahwa ajang ini bukan semata kompetisi, tapi latihan moral yang membentuk karakter.

“Kami ingin menanamkan arti kedisiplinan dan tanggung jawab lewat hal yang menyenangkan. Di lapangan ini, mereka bukan cuma belajar baris-berbaris, tapi belajar menghormati waktu, menghargai rekan, dan memimpin diri sendiri,” ujarnya, di Lapangan SMAN 16 Samarinda, Sabtu (4/10/2025).

Putri juga menjelaskan, panitia berusaha memastikan semua peserta mendapat perlakuan yang adil dan nyaman. Setiap tim terdiri dari 16 orang, lengkap dengan pelatih dan ofisial yang diberi akses bebas biaya agar tetap fokus mendampingi anak didiknya.

“Kami ingin atmosfer lomba ini tetap mendidik, bukan memberatkan,” tambahnya.

Tak hanya lomba, suasana di sekitar lapangan juga hidup oleh 14 stan bazar, yang diisi pelaku usaha muda dan unit kewirausahaan sekolah. Aktivitas itu memberi ruang bagi siswa untuk mengenal dunia usaha kecil dan mengasah kreativitas di luar kelas.

Kepala SMAN 16 Samarinda, Abdul Rozak Fahrudin, memandang kegiatan ini sebagai cara membumikan kembali nilai-nilai kedisiplinan di kalangan pelajar. Ia menilai, baris-berbaris bukan sekadar latihan fisik, tetapi latihan mental yang membentuk karakter kuat.

Kepala SMA Negeri 16 Samarinda, Abdul Rozak Fahrudin. (Foto: Ellysa)

“Generasi sekarang perlu ruang yang melatih tanggung jawab. Lewat baris-berbaris, mereka belajar menghormati instruksi, menjaga irama, dan tetap solid di tengah tekanan,” jelasnya.

Rozak menambahkan, sekolah juga berusaha menjadi tuan rumah yang ramah. Peserta dari luar kota disediakan ruang menginap di kelas, sementara panitia memastikan keamanan dan kebersihan selama dua hari kegiatan berlangsung. Bahkan, juri didatangkan dari berbagai daerah Jakarta, Bandung, Balikpapan, dan Samarinda, untuk menjaga objektivitas penilaian.

“Kami ingin menunjukkan bahwa disiplin bukan sesuatu yang kaku, tapi bentuk rasa hormat. Ketika barisan itu melangkah serempak, di situlah kita melihat makna kebersamaan dan karakter bangsa,” tutupnya.

Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun, LPK2B SMAN 16 Samarinda menjadi refleksi bahwa pembinaan generasi muda tak selalu harus lewat ruang kelas atau seminar. Kadang, lewat langkah-langkah tegas di lapangan, nilai moral dan rasa cinta tanah air justru tumbuh lebih nyata.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like